PALANGKA RAYA – Warga Desa Kadipi Atas, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), menagih janji pemerintah terkait pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai pusat pengembangan Teknologi Informasi (IT). Padahal, pihak desa dilaporkan telah menyediakan lahan seluas 4 hektare untuk merealisasikan proyek tersebut.
Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara (Jubir) Reses Daerah Pemilihan (Dapil) III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Okki Maulana. Ia menegaskan bahwa pemenuhan infrastruktur dasar dan sarana pendidikan menjadi aspirasi prioritas yang diharapkan warga untuk segera ditangani pemerintah provinsi.
“Dilaksanakan lebih lanjut rencana pembangunan SMK di Desa Kedipi Atas sebagai sekolah Pusat Pengembangan IT yang dulu pernah direncanakan dengan Desa dan telah dipersiapkan 4 Ha untuk lahan sekolah,” ujar Okki dalam rapat paripurna DPRD Kalteng, baru-baru ini.
Selain sektor pendidikan, Okki memaparkan sederet usulan pembangunan infrastruktur di Desa Kadipi Atas, di antaranya penglatritan jalan kebun, pembangunan drainase di RT 02 dan RT 06, hingga peningkatan jalan desa di RT 03, Dusun I, dan Dusun II.
Warga juga mengharapkan bantuan hibah untuk rehabilitasi Masjid Al-Istiqomah dan Masjid Nurul Falah, bantuan sapi untuk Kelompok Tani Gorong-gorong dan Karya Tani, serta bantuan gerobak UMKM untuk meningkatkan ekonomi pemuda setempat.
“Peningkatan Jalan Poros Desa yang menghubungkan dengan Desa Natai Baru sepanjang ± 5 km sebagai jalan alternatif,” tambah Okki mengenai infrastruktur transportasi yang mendesak.
Dalam laporan reses yang sama, warga Desa Lada Mandala Jaya juga menyampaikan usulan serupa. Aspirasi tersebut mencakup bantuan bibit sapi bagi kelompok tani, pembangunan drainase di RW 04 dan RW 06, hingga hibah rehabilitasi untuk lima masjid dan satu mushola di desa tersebut.
“Bantuan mesin coper pakan sapi dan seling listrik kelompok tani Makmur, bantuan mesin coper pakan sapi dan seling listrik kelompok Podang Jaya,” kata Okki membacakan poin usulan warga.
Sementara itu, di Desa Pandu Sanjaya, poin utama yang disuarakan adalah dukungan percepatan status administrasi desa. “Dukungan untuk Percepatan Pemekaran Desa Persiapan Pangkalan Lada Agar menjadi Desa Difinitif,” tegasnya.
Selain pemekaran, warga Pandu Sanjaya mengusulkan bantuan operasional desa persiapan, pembangunan mushola di SMA Negeri 1 Pangkalan Lada, serta peningkatan jalan desa di Dusun I dan Dusun II. Seluruh aspirasi ini telah diserahkan kepada pemerintah daerah untuk dapat diakomodasi dalam program pembangunan mendatang.
(Syauqi)












