Warga Kumai dan Arut Selatan Desak Perbaikan Jalan dan Drainase untuk Atasi Banjir

IST/BERITA SAMPIT - Pembangunan drainase.

– Infrastruktur jalan dan sistem drainase menjadi aspirasi utama masyarakat di Kecamatan Kumai dan Arut Selatan, Kabupaten Barat. Warga mendesak pemerintah segera melakukan perbaikan guna mengatasi permasalahan banjir dan meningkatkan mobilitas ekonomi.

Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara (Jubir) Reses Daerah Pemilihan (Dapil) III (Kalteng), Okki Maulana, saat memaparkan hasil reses dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Kalteng, baru-baru ini.

Di Batu Belaman, Kecamatan Kumai, masyarakat menyoroti kondisi saluran air yang sudah tidak mampu menampung debit hujan.

“Masyarakat berharap adanya peningkatan drainase/parit induk yang sering meluap dan menyebabkan banjir di wilayah permukiman. dan adanya perbaikan infrastruktur lingkungan permukiman yang mengalami kerusakan dan tidak layak,” ujar Okki.

Selain infrastruktur, warga Kumai juga mengusulkan peningkatan fasilitas pendidikan berupa penambahan ruang kelas dan sarana sanitasi.

Di sektor ekonomi, masyarakat mengharapkan bantuan alat teknologi pertanian bagi petani lokal dan hidroponik, pemberdayaan UMKM, serta dukungan sarana keagamaan dan kesenian bagi kelompok rebana.

Sementara itu, di Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut Selatan, kerusakan jalan menjadi keluhan dominan. Warga meminta perbaikan di Gang Belimbing Manis dan Gang Srikaya yang kondisinya rusak berat.
“Masyarakat berharap adanya peningkatan akses jalan menuju jembatan yang kondisinya tidak layak,” lanjutnya.

Okki menambahkan, warga juga memberikan perhatian khusus pada jalan alternatif Ahmad Wongso Iskandar yang menjadi akses utama menuju SMA 3 dan SMP 11. Jalan tersebut dilaporkan rusak dan minim penerangan, sehingga membahayakan keselamatan pelajar dan warga.

Terkait penanganan banjir di Arut Selatan, warga mengusulkan pembangunan drainase sepanjang 400 meter di kawasan rawan genangan.

“Masyarakat berharap adanya pembangunan siring/box culvert dan saluran air di jalan poros untuk mencegah luapan air yang mengganggu aktivitas warga,” tambah Okki.

Terakhir, warga mengusulkan perbaikan sistem pengelolaan sampah melalui pengangkutan rutin di setiap gang serta penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU).

“Masyarakat berharap adanya penguatan fasilitas lingkungan untuk mewujudkan RT percontohan yang bersih, aman, dan tertib,” pungkasnya.

(Syauqi)

baca juga ...  Fraksi Golkar Minta Pemprov Susun Roadmap Hilirisasi Perkebunan, Kehutanan, dan Pertambangan
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!