Anggota DPRD Kotim Dapil V Sebut Solusi Jangka Pendek Jalan Mentaya Hulu Akan Diperbaiki Melibatkan Perusahaan Swasta

IST/BERITASAMPIT - DPRD Kotim Dapil 5 melakukan pengecekan kerusakan jalan Mentaya Hulu

SAMPIT – Kerusakan parah ruas jalan penghubung Tanjung Jariangau hingga Kuala Kuayan ibu kota Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten (Kotim), mendapat perhatian serius DPRD Kotim. Sebagai solusi jangka pendek, perbaikan jalan tersebut akan melibatkan pihak perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah setempat.

Anggota DPRD Kotim daerah pemilihan V, Muhammad Abadi, Hendra Sia, Andi lala telah turun langsung melakukan pengecekan kondisi jalan bersama unsur kecamatan dan . Hasilnya, kondisi jalan dinilai sudah sangat memprihatinkan dan membutuhkan penanganan segera.

“Untuk jangka pendek, perbaikan akan dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang ada di Mentaya Hulu,” kata Muhammad Abadi, Senin 12 Januari 2026.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah melalui Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Kontruksi Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) sebenarnya telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp800 juta pada tahun ini untuk penanganan jalan tersebut.

“Dan akan ada penambahan anggaran di APBD Perubahan,” ujarnya.

Jalan tersebut juga merupakan akses vital untuk pendidikan dan aktivitas masyarakat sejumlah pemukiman.

Diberitakan sebelumnya kerusakan jalan penghubung Tanjung Jariangau hingga Kelurahan Kuala Kuayan juga disoroti pemerintah . Kepala Bawan, Wawas Setiawan Marang, menilai ruas jalan tersebut harus menjadi prioritas pembangunan kabupaten.

“Perlu atensi serius dan dijadikan proyek prioritas kabupaten,” ujarnya, Sabtu 10 Januari 2026.

Menurut Wawas, jalan tersebut merupakan akses vital yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat. Aktivitas ekonomi warga, akses pendidikan, hingga mobilitas sangat bergantung pada kondisi jalan tersebut.

“Ekonomi, pendidikan, koordinasi, dan mobilitas masyarakat di wilayah ini sangat bergantung pada jalan tersebut,” katanya.

Diketahui, ruas jalan tersebut pertama kali dibangun pada masa Presiden Soeharto dan hingga kini belum pernah dilakukan pembaruan menyeluruh. Kondisi jalan semakin parah akibat intensitas hujan yang tinggi serta sering dilalui kendaraan bermuatan kelapa sawit.

baca juga ...  DPRD Kotim Bahas Ranperda Penataan Pasar Tradisional dan Modern

“Sekarang itu sudah jadi akses utama lintas dan kecamatan. Kasihan warga kita kalau dibiarkan terus,” pungkasnya. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!