PALANGKA RAYA – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memprioritaskan pemenuhan tenaga kesehatan di rumah sakit yang dikelola Pemerintah Provinsi Kalteng, seperti RSUD Hanau, RSUD Doris Sylvanus, dan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei.
Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng, Rainer Danny P. Mamahit, mengatakan pemenuhan tenaga kesehatan saat ini masih difokuskan pada rumah sakit milik provinsi, terutama RSUD Hanau, kemudian diperluas ke RSUD Doris Sylvanus dan RSJ Kalawa Atei.
“Untuk pemenuhan tenaga kesehatan, kita masih pemenuhan di rumah sakit provinsi, terutama untuk RSUD Hanau, lalu kita perluas di RSUD Doris Sylvanus dan nanti untuk di RSJ Kalawa Atei,” ujarnya saat ditemui di Kantor DPRD Provinsi Kalteng, Palangka Raya, Rabu, 14 Januari 2026.
Ia menjelaskan, RSJ Kalawa Atei saat ini tengah menyesuaikan diri dengan pemberlakuan peraturan terbaru yang mengharuskan pemenuhan tenaga kesehatan berdasarkan kompetensi dan keahlian di bidang kejiwaan.
“Karena RSJ Kalawa Atei dengan adanya pemberlakuan peraturan yang terbaru, mereka akan berdasarkan kompetensi dengan keahlian atau kemampuan di bidang kejiwaan. Tapi nanti sifatnya seperti rumah sakit umum juga,” jelasnya.
Selain pemenuhan tenaga kesehatan di rumah sakit, Rainer juga menyinggung program beasiswa untuk mendukung ketersediaan sumber daya manusia kesehatan.
Ia mengatakan, hingga saat ini Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng masih menyekolahkan mahasiswa di perguruan tinggi dalam negeri.
Hal tersebut dikarenakan adanya berbagai regulasi yang harus dipenuhi apabila peserta tugas belajar disekolahkan ke luar negeri.
“Terkait dengan tugas belajar, kami masih belum memperkuat sampai ke luar negeri, karena kalau membalikkan lagi ke dalam negeri banyak aturan yang harus dipatuhi kembali, belum terkait kurikulumnya lagi,” pungkasnya.
(Sya'ban)












