PALANGKA RAYA – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menegaskan agar rencana perbaikan Jalan HM Arsyad Sampit menuju Pelabuhan Pelindo, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) segera direalisasikan karena sudah disahkan.
Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Abdul Hafid, mendesak Dinas PUPR Provinsi Kalteng mempercepat realisasi perbaikan ruas jalan tersebut demi keselamatan pengguna jalan, jangan menunggu angka kecelakaan semakin panjang.
Menurutnya, kondisi permukaan jalan yang rusak dan berlubang berulang kali menjadi penyebab kecelakaan selama ini, termasuk yang sampai menelan korban jiwa.
Bahkan baru-baru ini kata dia kecelakaan sudah beberapa kali terjadi, yang memprihatinkan merenggut korban jiwa.
“Agar keselamatan pengguna jalan terjamin, perbaikan tidak boleh molor lagi. Jalan ini sudah sering memakan korban karena kondisi rusak,” tegas Hafid, Selasa 30 Januari 2026.
Karena selama ini sepanjang Jalan HM Arsyad dari Sampit hingga Samuda dan Ujung Pandaran menjadi titik rawan kecelakaan, salah satu penyebabnya adalah kondisi jalan yang rusak.
Kerusakan jalan meningkatkan bahaya bagi pengendara, sulitnya melihat lubang di malam hari makin memperbesar risiko kecelakaan, begitu pula saat hujan turun maka lubang tak terlihat karena tergenang air.
Anggota Fraksi PAN ini menyampaikan bahwa alokasi dana untuk peningkatan jalan HM Arsyad telah disahkan dan dijadikan prioritas untuk direalisasikan pada triwulan pertama 2026.
“Alokasi dana sudah disahkan, tinggal bagaimana percepatan realisasinya agar tidak menunggu korban bertambah,” ujar mantan Ketua Karang Taruna Kalteng ini, Selasa 20 Januari 2026.
Politisi PAN itu menegaskan agar Dinas PUPR bisa langsung mengeksekusi pekerjaan sesuai jadwal sehingga kondisi jalan yang merupakan jalur strategis antar kabupaten ini kembali aman dan nyaman dilintasi.
Diketahui beberapa kecelakaan terjadi di ruas jalan HM Arsyad Menuju arah Pelabuhan Pelindo di Bagendang, salah satunya yang terbaru kecelakaan terjadi sekitar pukul 17.20 WIB di Jalan HM Arsyad Kilometer 16, Desa Bapeang, Kecamatan MB Ketapang, pada Jumat 16 Januari 2026.
Insiden ini merupakan kecelakaan ganda yang melibatkan lebih dari satu kendaraan. Berdasarkan informasi awal, satu orang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka berat yang dialaminya. Hingga kini, kronologi detail kecelakaan tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian.
Kecelakaan lalu lintas (laka) tunggal sebelumnnya juga terjadi di Jalan HM Arsyad Kilometer 8, ruas Sampit-Samuda, Minggu 14 Desember 2025.
Insiden tersebut terjadi di sekitar Desa Eka Bahurui, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotim. Di mana jalan ini juga merupakan akses penghubung ke Kabupaten Seruyan.
Sebuah truk bermuatan kelapa sawit dilaporkan keluar jalur dan menabrak pohon sawit yang berada di depan warung milik warga. Berdasarkan informasi awal, truk tersebut datang dari arah Samuda sebelum akhirnya mengalami kecelakaan.
“Truk itu menabrak pohon sawit hingga roboh dan mengenai warung warga. Buah sawit yang diangkut pun berhamburan,” kata Linda, warga yang melintas di lokasi kejadian. (Nardi)












