Wabup Kotim Tegaskan Pembatasan Gadget Siswa Diperlukan untuk Benteng Pengaruh Negatif 

NARDI/BERITASAMPIT - Wabup Kotim Irawati.

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Timur (Kotim) mulai merancang langkah preventif untuk melindungi pelajar dari potensi pengaruh ekstremisme kekerasan. Salah satu fokus yang disiapkan adalah pemberian langsung di sekolah-sekolah, bersamaan dengan penataan penggunaan gadget di kalangan peserta didik.

Wakil Bupati Kotim Irawati menilai anak usia sekolah merupakan kelompok yang rentan terpapar konten negatif apabila tidak dibekali pemahaman sejak dini. Karena itu, menurutnya, lingkungan sekolah menjadi pintu masuk utama untuk membangun kesadaran dan ketahanan anak terhadap paham ekstremisme.

Ia mengungkapkan, Pemkab Kotim tengah mendorong lahirnya regulasi, baik dalam bentuk peraturan bupati maupun instruksi kepala daerah, yang mengatur pembatasan penggunaan gadget bagi siswa. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pengawasan dan pencegahan dini.

“Kedepan, kami ingin ada aturan yang jelas terkait penggunaan gadget di sekolah. Ini bukan semata-mata melarang, tetapi untuk melindungi anak-anak agar tidak terpapar hal-hal berbahaya,” ujar Irawati, Kamis 22 Januari 2026.

Irawati menjelaskan, rencana tersebut telah dikomunikasikan dengan Bupati Kotim dan juga melibatkan unsur aparat keamanan yang memiliki kompetensi dalam pencegahan radikalisme. Salah satu pihak yang diajak berkoordinasi adalah Densus 88.

“Koordinasi sudah kami lakukan, termasuk dengan Densus 88. Setelah ini, bersama Dinas Pendidikan, kami akan bergerak memberikan terkait bahaya ekstremisme kekerasan di Kotim,” ucapnya.

Terkait pembatasan gadget, Irawati menegaskan kebijakan itu tidak akan mengganggu proses belajar mengajar. Menurutnya, penggunaan perangkat digital tetap diperbolehkan selama mendukung kegiatan pembelajaran dan berada dalam pengawasan pihak sekolah.

“Nanti akan disesuaikan. Ada anak-anak yang memang membutuhkan gadget untuk belajar, itu tetap kita fasilitasi. Yang diatur adalah batasan dan pengawasannya,” jelasnya.

baca juga ...  Askab PSSI Kotim Beri Penghargaan Untuk Para Pemain

Pada tahap awal, kebijakan ini akan difokuskan di lingkungan sekolah. Pemkab Kotim juga berencana melibatkan guru serta orang tua agar yang diberikan dapat dipahami dan diterapkan secara maksimal oleh anak-anak.

“Sekolah menjadi fokus pertama. Kami juga membuka kemungkinan melibatkan wali kelas dan orang tua saat pemberian pengarahan, supaya pemahaman anak bisa lebih kuat,” pungkas Irawati. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!