PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Noor Fazariah Kamayanti, memaparkan sejumlah aspirasi masyarakat dari hasil reses di beberapa desa di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas. Warga mayoritas mengharapkan perbaikan infrastruktur jalan serta bantuan sarana produksi pertanian dan perikanan.
Dalam laporan tersebut, warga Desa Sei Rungun dan Desa Talio Muara di Kabupaten Pulang Pisau memprioritaskan usulan perbaikan dan pengaspalan jalan desa serta penambahan Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU). Di sektor ekonomi, bantuan alat tangkap ikan dan kebutuhan tani menjadi aspirasi utama.
“Mengharapkan adanya bantuan pupuk dan bibit tanaman buah dan bantuan bibit ternak (kambing, sapi, ayam),” ujar Noor Fazariah Kamayanti saat menyampaikan laporan hasil reses dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Kalteng, baru-baru ini.
Selain bibit ternak, warga Desa Talio Muara juga mengusulkan pembuatan jembatan penghubung antara RT 01 dan RT 04, rehabilitasi balai desa, serta pengadaan tempat pembuangan sampah di setiap RT.
Kondisi serupa terjadi di Desa Sanggang, di mana warga mengusulkan pembangunan sarana air bersih dan rehabilitasi jembatan penghubung antar RT. Dari sisi kesejahteraan, masyarakat mengharapkan adanya intervensi harga jual hasil bumi serta pengadaan bibit ikan beserta kolam terpal.
Sementara itu, untuk wilayah Kabupaten Kapuas, aspirasi datang dari Desa Pematang, Desa Tarusaan Karya (Kecamatan Batangguh), dan Desa Palampai (Kecamatan Kapuas Kuala). Selain perbaikan jalan desa, warga Desa Pematang juga menitikberatkan pada dukungan operasional desa.
“Bantuan untuk kelompok tani didesa pinang (Pembentukkan Kelompok Tani) dan bantuan untuk ibu-ibu dan bapak-bapak slawatan,” lanjut Kamayanti membacakan tuntutan warga Desa Pematang.
Di Desa Palampai, masyarakat mengusulkan pengembangan konsep “Desa Nelayan Merah Putih” yang terintegrasi dengan koperasi kampung nelayan melalui dukungan dana aspirasi atau Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan.
Selain itu, warga juga meminta penambahan jaringan listrik dan PJU di wilayah yang belum terjangkau secara maksimal.
(Syauqi)












