Dua Tahun Tanpa Atap, Lansia 78 Tahun di Lampuyang Bertahan Hidup di Tengah Ancaman Pasang Laut

UTOMO/BERITA SAMPIT - Kondisi atap rumah M Zaini yang runtuh sejak dua tahun yang lalu.

SAMPIT – Di usia yang seharusnya menikmati masa tua dengan tenang, M Zaini (78) justru harus berjuang bertahan hidup di rumah tanpa atap yang layak. Warga Jalan Padat Karya II, Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten (Kotim) ini sudah dua tahun tinggal di rumah rusak parah, dengan ancaman banjir pasang laut yang sewaktu-waktu merendam tempat tinggalnya.

Rumah yang ditempati Zaini bersama istrinya yang berusia 68 tahun itu hanya beratapkan daun nipah yang dilapisi terpal tua dan sudah robek. Lantainya pun lapuk dimakan usia. Letaknya berada di ujung , sekitar satu kilometer dari jalan raya, membuat kondisi mereka semakin terisolasi.

Setiap kali hujan turun, pasangan lansia ini terpaksa berpindah ke bagian rumah yang tidak bocor agar tidak kebasahan. Ironisnya, mereka tak lagi memiliki kemampuan fisik maupun biaya untuk memperbaiki rumah tersebut.

“Patah sudah 2 tahun. Karena kayu yang lapuk akhirnya atap runtuh. Saya sudah tua tidak bisa membenarkan dan tidak ada biaya,” kata Zaini pada Sabtu 24 Januari 2026.

Zaini mengisahkan bahwa ia tinggal dirumah itu sejak 1955, jauh sebelum ada Lampuyang. Ia menyebut bahwa saat itu belum ada jalan darat. Oleh karena itu, ia memilih membuat rumah dipinggir sungai. Kini, di usia senja Zaini tak lagi mampu memperbaiki rumahnya sendiri.

“Rumah tenggelam jika pasang,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan jika dirinya dikaruniai delapan orang anak, lima diantaranya masih hidup dan telah berkeluarga. Kini ia bertahan hidup dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

“Sudah setahun tidak bisa bekerja setelah sempat sakit dulu. Dapat BLT dan PKH,” ucapnya dengan nada lirih.

Dirinya mengatakan bahwa dulunya ia adalah seorang nelayan yang bekerja hanya untuk dapat bertahan hidup dan kini hanya berharap ada uluran tangan dari pemerintah.

(Utomo)

baca juga ...  Minibus Tabrak Median Jalan dan Terbalik, Diduga Akibat Hujan Deras
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!