SAMPIT – Suasana mencekam kembali terjadi di ruas Jalan Tjilik Riwut, Sampit–Kota Besi. Khaliqin, seorang warga Desa Terantang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) harus berhadapan dengan dua orang begal yang memanfaatkan kondisi motornya yang mogok di jalur sepi.
Kejadian itu terjadi pada Sabtu sekitar setelah Magrib menuju Isya. Saat sepeda motor yang dikendarai Khaliqin mendadak mati. Ia pun terpaksa berhenti di pinggir jalan yang minim penerangan untuk mencoba memperbaiki kendaraannya.
Saat tengah fokus mengganti busi motor, dua pelaku berboncengan menggunakan motor mendadak datang dari arah Sampit. Tanpa banyak kata, salah seorang pelaku langsung menarik paksa tas yang dibawanya. Dengan menggunakan pisau, pelaku memotong tali tas sehingga Khaliqin yang dalam kondisi terkejut tidak dapat melawan.
“Saat itu mogok motor, suami terpaksa berhenti. Saat hendak mengganti busi motor, pelaku dari arah Sampit langsung menarik tas suami saya dengan memotong talinya pakai pisau. Suami terkejut dan pelaku langsung pergi,” kata Nemah pada Selasa 27 Januari 2026.
Aksi singkat itu menyebabkan kerugian materi mencapai sekitar Rp7 juta. Selain tas, pelaku berhasil membawa kabur telepon genggam, kartu ATM, serta sejumlah barang berharga lainnya.
Menurut Nemah, suaminya telah melaporkan kejadian ini kepada kepolisian. Ia menyatakan harapannya agar pelaku segera ditangkap dan patroli keamanan di jalur rawan tersebut ditingkatkan.
“Suami saya sudah membuat laporan di Polres. Semoga polisi segera mengungkap dan mengamankan para pelakunya,” ujarnya.
Meski telah dilaporkan, respons aparat terlihat masih dalam tahap awal. Kasi Humas Polres Kotim, AKP Edy Wiyoko, mengaku belum mengetahui secara detail peristiwa tersebut saat dikonfirmasi. Ia mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika mengalami atau melihat gangguan keamanan.
(Utomo)











