PALANGKA RAYA – Infrastruktur publik di Desa Tarantang, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, dilaporkan sering tergenang air saat pasang. Kondisi ini memicu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk mendorong pemerintah segera melakukan perbaikan drainase dan pembangunan siring di wilayah tersebut.
Aspirasi ini disampaikan oleh Juru Bicara Tim Reses Daerah Pemilihan (Dapil) V Kalteng, Noor Fazariah Kamayanti, saat membacakan laporan hasil reses dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Kalteng, baru-baru ini.
“Jika air pasang, banyak fasilitas pemerintah yang tergenang. Mulai dari gedung Posyandu yang perlu penimbunan, halaman sekolah, hingga rumah ibadah. Pembangunan siring sangat mendesak untuk melindungi fasilitas pendidikan seperti TK, SD, dan SMP,” ujar Noor Fazariah.
Sektor Pertanian dan Perikanan
Selain infrastruktur, masyarakat Desa Tarantang juga mengeluhkan realisasi program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan sekitar yang belum menyentuh kebutuhan warga. Di sisi lain, antusiasme masyarakat dalam menggarap lahan mulai meningkat, sehingga bantuan sarana produksi pertanian sangat dibutuhkan.
“Masyarakat sangat mengharapkan bantuan bibit dan pupuk bersubsidi. Kami menyarankan kelompok tani segera mengajukan proposal ke dinas terkait di tingkat provinsi, terutama untuk sektor perikanan dan perkebunan yang menjadi potensi unggulan di Tarantang,” lanjutnya.
Di bidang kesehatan, Noor Fazariah mengimbau warga untuk segera mendaftarkan diri dalam kepesertaan BPJS Kesehatan. Ia menyebutkan bahwa pemerintah tengah memberikan berbagai kemudahan, termasuk wacana penghapusan atau pemutihan denda tunggakan iuran bagi warga yang kurang mampu agar kartu kepesertaan dapat aktif kembali.
Terakhir, ia menekankan pentingnya penyediaan fasilitas olahraga guna menunjang aktivitas pemuda desa. “Sangat diperlukan fasilitas olahraga yang memadai, minimal disertai sarana prasarana dasar seperti bola voli dan net,” pungkas politisi tersebut.
(Syauqi)












