PALANGKA RAYA – Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Tengah terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak awal tahun 2026.
Sejak 1 Januari, Dishut Kalteng telah mendirikan posko siaga kehutanan dan menginstruksikan seluruh Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di Kalimantan Tengah untuk melakukan langkah serupa.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, H. Agustan Saining, mengatakan bahwa posko siaga kehutanan beroperasi sepanjang tahun sebagai bentuk komitmen dalam pengendalian karhutla.
“Kita sejak awal tahun sudah membentuk posko kehutanan dan meminta seluruh KPH di Kalimantan Tengah mengikuti langkah yang dilakukan di tingkat provinsi. Kesiapsiagaan ini dilakukan selama 12 bulan penuh,” ucapnya, Rabu 28 Januari 2026.
Dalam beberapa waktu terakhir kondisi cuaca di Kalimantan Tengah didominasi panas dan minim hujan. Selama sekitar 10 hari, wilayah Kalteng mengalami cuaca panas sebelum akhirnya hujan mulai turun dalam satu hingga dua hari terakhir.
“Meski sekarang sudah mulai hujan, kami tetap siaga. Patroli dan kegiatan pemadaman tetap dilakukan,”tambahnya.
Sejumlah wilayah yang tergolong rawan karhutla masih berada di daerah bergambut, seperti Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Katingan, Kotawaringin Timur, dan Kotawaringin Barat.
“Wilayah-wilayah tersebut memiliki lahan gambut yang cukup luas sehingga perlu pengamanan ekstra agar tidak terjadi kebakaran,” tuturnya.
Selain itu terkait data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang mana tercatat sebanyak 147 titik panas (hotspot) terpantau di Kalimantan Tengah. Tidak semua hotspot tersebut merupakan kebakaran.
“Hotspot itu berdasarkan suhu di atas 40 derajat dengan luasan sekitar 200 meter. Dari pemantauan di lapangan, hanya sekitar 2 hingga 5 persen yang benar-benar terjadi kebakaran, dan itu sudah berhasil kami antisipasi,” ujarnya.
Hingga saat ini belum terdapat kebakaran yang meluas ke kebun atau pekarangan masyarakat. Kebakaran yang terjadi umumnya berupa semak belukar di sekitar permukiman dan telah berhasil diamankan oleh petugas.
“Dari sisi personel, Dishut Kalteng menyiagakan sekitar 15 personel di setiap KPH yang tersebar di 18 KPH, atau sekitar 280 personel. Selain itu, terdapat sekitar 40 personel di tingkat provinsi yang tergabung dalam tim pengendalian karhutla,” ungkapnya. (yud)












