SAMPIT – Meski wilayah Kotawaringin Timur (Kotim) diguyur hujan selama dua hari sejak Kamis malam hingga Jumat siang, bekas kebakaran hutan dan lahan di kawasan Sawit Raya Kilometer 11, Desa Bangkuang Makmur Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, masih menunjukkan aktivitas asap, Sabtu 31 Januari 2026.
Asap tampak mengepul dari dalam tanah gambut yang terbakar, sehingga tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan proses pendinginan di lokasi.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan hujan belum sepenuhnya memadamkan kebakaran karena api masih tersimpan di bawah permukaan tanah gambut. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman harus dilanjutkan meski intensitas hujan cukup tinggi dalam dua hari terakhir.
“Proses pendinginan masih kami lakukan di Jalan Sawit Raya masuk wilayah Desa Bangkuang Makmur. Walaupun hujan turun selama dua hari, hari ini masih tersisa kebakaran gambut,” ujar Multazam.
Ia menjelaskan, pendinginan dilakukan karena masih ditemukan asap yang keluar dari permukaan tanah. Hal itu menjadi indikasi bahwa api masih aktif di lapisan gambut bagian dalam, sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut agar tidak kembali meluas.
“Proses pendinginan ini dilakukan karena masih ada asap yang keluar. Area yang terbakar berada di bawah permukaan tanah,” jelasnya.
Multazam juga menyebutkan, hingga Jumat ini kebakaran lahan gambut di kawasan Sawit Raya Kilometer 11 telah berlangsung selama empat hari sejak Rabu 28 Januari. Tim di lapangan terus berupaya memastikan titik-titik panas benar-benar padam.
Selain itu, BPBD Kotim melakukan perhitungan kembali terhadap luasan lahan terbakar semakin meluas berdasarkan hasil analisis terbaru. Pengukuran dilakukan menggunakan pesawat nirawak atau drone untuk memastikan data lebih akurat.
“Kami lakukan koreksi luasan kebakaran di Bengkuang Makmur. Dari hasil analisa menggunakan pesawat nirawak, awalnya 8,5 hektare, kini menjadi 13,39 hektare,” pungkasnya. (nardi)












