SAMPIT – Wujud kepedulian lintas daerah ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak musibah di Pasar Kasongan, Kelurahan Kasongan Lama, Kabupaten Katingan.
Bantuan tersebut diantarkan langsung oleh Wakil Bupati Kotim Irawati bersama Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kotim Supian Hadi, unsur DPRD Kotim, serta Gabungan Organisasi Wanita (GOW). Kehadiran rombongan menjadi simbol solidaritas masyarakat Kotim terhadap saudara-saudara di daerah yang tengah dilanda musibah.
“Atas nama Pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Kotim, kami berkesempatan mengantarkan serta menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada saudara-saudara kita di Kasongan,” ujar Irawati, Minggu 1 Februari 2026.
Ia menegaskan, bantuan yang disalurkan merupakan bentuk empati dan kepedulian, sekaligus cerminan semangat gotong royong antar daerah di Kalimantan Tengah. Pemkab Kotim berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat penerima.
“Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat dan membantu memenuhi kebutuhan dasar pasca musibah,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Irawati juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penggalangan hingga pendistribusian bantuan, mulai dari PMI, DPRD Kotim, GOW, organisasi perangkat daerah, hingga masyarakat Kotim yang turut berpartisipasi.
Ia pun berharap kebersamaan dan kepedulian yang terbangun dalam aksi kemanusiaan ini menjadi amal kebaikan bagi semua pihak serta mempererat rasa persaudaraan antar sesama.
Diketahui sebelumnya kebakaran hebat melanda kawasan kompleks Pasar Kasongan, Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, pada Minggu malam 25 Januari 2026.
Api diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu kios pasar dan dengan cepat menyebar ke permukiman padat dan deretan ruko sehingga merusak puluhan bangunan sekitar lokasi.
Peristiwa itu mengakibatkan belasan hingga puluhan bangunan hangus terbakar, termasuk kios pedagang, rumah warga, serta gedung sekolah.
Proses pemadaman berlangsung selama berjam-jam dengan keterlibatan puluhan tim gabungan dari instansi pemadam kebakaran Kabupaten Katingan, relawan, dan sejumlah bantuan dari luar daerah.
Pihak kepolisian setempat juga sedang melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut, termasuk mengundang Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Banjarmasin untuk mengumpulkan bukti dan menentukan penyebab kebakaran secara resmi.
Banyak warga terdampak yang kehilangan tempat tinggal dan usaha, hingga pemerintah daerah mendirikan tenda pengungsian serta dapur umum sebagai langkah awal penanganan pascakebakaran, sambil terus mendata kerusakan bangunan untuk pemulihan. (Nardi)












