Yolanda Paparkan Arah Kebijakan Disdik Kotim di Tengah Efisiensi Anggaran 2026

NARDI/BERITASAMPIT - Kepala Dinas Pendidikan Kotim Yolanda Lonita Fenisia.

SAMPIT – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten (Kotim) Yolanda Lonita Fenisia, membeberkan arah kebijakan serta prioritas kerja bidang pendidikan untuk tahun 2026. Pemaparan tersebut mencakup program jangka pendek dan jangka panjang yang disusun dengan mempertimbangkan kebijakan efisiensi anggaran.

Dalam waktu dekat, Disdik Kotim akan langsung bergerak melalui penguatan kolaborasi dan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan. Fokus utama diarahkan pada persiapan Sistem Penerimaan Murid Baru serta pelaksanaan sejumlah program pendidikan lainnya.

“Untuk program jangka pendek, kami akan segera berkolaborasi dan melaksanakan kerja sama dengan stakeholder terkait, terutama dalam persiapan SPMB dan program-program pendidikan lainnya,” kata Yolanda, Selasa 3 Februari 2026.

Sementara untuk agenda jangka panjang, Disdik Kotim menargetkan penyelesaian berbagai persoalan mendasar yang selama ini memengaruhi mutu pendidikan. Menurut Yolanda, peningkatan kualitas tidak dilakukan secara parsial, melainkan menyentuh seluruh aspek pendidikan.

“Pengembangan kompetensi guru, peningkatan kualitas peserta didik, hingga pemenuhan sarana dan prasarana semuanya menjadi prioritas. Tidak ada yang dibedakan karena mutu pendidikan adalah fokus utama kami,” ujarnya.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran tahun 2026, Yolanda mengakui adanya pemangkasan anggaran di lingkungan Disdik Kotim. Kondisi ini menuntut jajaran Disdik untuk lebih cermat dan strategis agar seluruh program tetap berjalan sesuai perencanaan.

“Dengan adanya efisiensi anggaran, pengelolaan program dan kegiatan harus benar-benar disesuaikan dengan dokumen perencanaan yang sudah disepakati,” tegasnya.

Untuk pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan, Yolanda menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Disdik Kotim juga aktif mengusulkan berbagai program revitalisasi ke Kementerian Pendidikan.

“Pemenuhan sarpras tidak hanya melalui APBD. Kami juga mengajukan melalui program revitalisasi di kementerian, sehingga tidak bergantung pada satu sumber anggaran,” ungkapnya.

baca juga ...  Penjaga TK Kemala Bhayangkari Beberkan Detik-Detik Aksi Pencurian Motor Guru Terekam CCTV

Usulan revitalisasi tersebut meliputi pembangunan ruang kelas baru, toilet sekolah, serta fasilitas pendukung lainnya di jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Saat ini, seluruh usulan masih dalam tahap verifikasi di tingkat kementerian.

Yolanda memastikan, peningkatan sarana dan prasarana pendidikan dilakukan secara merata, tidak hanya di wilayah perkotaan, tetapi juga hingga ke di Kotim.

“Peningkatannya beragam, mulai dari ruang kelas baru, toilet, hingga bangunan pendukung lainnya. Itu merata, tidak hanya di kota, tetapi juga di . Saat ini masih proses verifikasi dari kementerian,” pungkasnya. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!