SUKAMARA – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kabupaten Sukamara akan membuat jalan alternatif sementara sebagai solusi akses penghubung antar desa yang terdampak ancaman abrasi. Jalan alternatif tersebut rencananya dibangun di belakang permukiman warga.
Pembuatan jalan alternatif tersebut merupakan salah satu solusi jangka pendem yang disiapkan oleh Pemkda Sukamara untuk maslah abrasi di Desa Cabang Barat, Kecamatan Pantai Lunci.
Kepala DPUPRPRKP Sukamara, M. Fakhmy Rizali, mengatakan langkah ini dilakukan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar, terutama bagi warga yang selama ini harus melintasi jalan yang rawan longsor akibat abrasi.
“Pembuatan jalan alternatif ini sebagai solusi awal agar aktivitas warga tetap berjalan tanpa harus khawatir melewati jalan yang rawan longsor,” kata Fakhmy, Sabtu 7 Februari 2026.
Ia menyebutkan, pengerjaan jalan alternatif direncanakan mulai dilaksanakan dalam minggu ini dengan memanfaatkan alat berat yang telah diserahkan untuk masing-masing daerah pemilihan (dapil).
“Dalam minggu ini pembuatan jalan akan dilaksanakan menggunakan alat berat yang sudah tersedia,” ujarnya.
Menurut Fakhmy, jalan alternatif tersebut dibangun menyesuaikan kondisi lapangan dan bersifat sementara. Meski belum permanen, jalan tersebut tetap dapat dimanfaatkan, khususnya oleh kendaraan roda dua.
“Meskipun belum senyaman jalan permanen, paling tidak jalan alternatif ini sudah bisa difungsikan dan memberikan rasa aman bagi warga,” jelasnya.
Selain penanganan sementara, DPUPRPRKP Sukamara juga terus mendorong penanggulangan abrasi secara jangka panjang melalui koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pihak terkait lainnya, seperti rencana pembangunan pemecah ombak.
“Untuk penanganan abrasi, kami juga melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi. Sementara dari kecamatan dan desa, penanggulangan secara swadaya juga dilakukan, seperti pembuatan tanggul penahan dari karung,” pungkas Fakhmy. (enn)












