Penulis: Maman Wiharja (Jurnalis Senior-beritasampit.com)
Seperti telah dirangkum Egy Massadi, yang dilaporkan kepada penulis bahwa, kisah-kisah di balik kebakaran hebat di apartemen Wang Fuk Court Hong Kong tidak berhenti di situ. Menteri juga mendapatkan catatan terkait pekerja migran lain yang bekerja di flat 507 lantai 5, Blok C. Namanya Yatemi. Saat api mulai berkobar dan menjalar cepat, Yatemi tengah dalam kondisi sakit, tapi tetap menjalankan tugasnya menjaga seorang kakek yang menggunakan kursi roda. Tanpa ragu, ia meninggalkan seluruh barang pribadinya, termasuk paspor, demi satu tujuan utama: menyelamatkan nyawa.
Dengan sisa tenaga dan keberanian, Yatemi mendorong kursi roda sang kakek turun dari lantai lima menuju lantai dasar, hingga keduanya berhasil keluar dan selamat. “Pasca kejadian, Yatemi menjalani perawatan di rumah sakit selama delapan hari,” tambah Mukhtarudin.
Dengan mempertimbangkan kondisi majikan yang kini tinggal di panti jompo, Yatemi memutuskan kembali ke Indonesia. Saat ini, ia berada di rumah anaknya di Dusun Krajan, RT 5/3, Ngentrong, Campurdarat, Tulungagung, Jawa Timur. Yatemi pulang bukan hanya membawa kisah keselamatan dari musibah, tetapi juga mengusung teladan keberanian yang menginspirasi.
Negara pun memastikan Yatemi dan Pekerja Migran Indonesia terdampak lainnya mendapat perhatian. Pada 28–29 Desember 2025, KP2MI menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp10.000.000 kepada masing-masing Pekerja Migran Indonesia terdampak, dilaksanakan di BNI Gallery Admiralty Hong Kong, difasilitasi KJRI Hong Kong dan BNI Cabang Hong Kong.
Dari pendataan, tercatat 75 Pekerja Migran Indonesia terdampak (3 di antaranya telah kembali ke Indonesia). Koordinasi dengan pihak majikan dilakukan agar para Pekerja Migran Indonesia mendapat izin hadir menerima bantuan. Bantuan itu mungkin tidak menghapus trauma. Tetapi ia menjadi pesan yang jelas: negara hadir.
Pejuang Ekonomi
Hidangan coto Makassar yang secara khusus kami pesan melalui go food dari kedai Jl. Ampera sudah dihidangkan. Pak Menteri yang pernah menjabat sekretaris Fraksi Partai Golkar di DPR RI itu paham betul tentang hobi kuliner saya.
Buat saya (dan mungkin buat pak menteri), hidangan coto Makassar ini seperti ‘diplomasi kuliner’ antar-sahabat. Sebab, beberapa waktu lalu, saya sempat ditraktir makan kuliner khas Pangkalan Bun, daerah kelahiran Menteri Mukhtarudin. Nama menunya ‘soto manggala” yang berisi singkong.
Sambil menyantap coto dan buras, kami melanjutkan perbincangan. Kali ini agak serius. Katanya, “Kita harus mengubah paradigma yang mengatakan bahwa pekerja migran adalah pahlawan devisa. Tepatnya, pekerja migran adalah pejuang ekonomi keluarga.”
Apa perbedaan substansialnya?
Julukan “pahlawan devisa” tercium aroma eksploitasi. Sedangkan, sebutan “pejuang ekonomi keluarga” memiliki tone yang lebih positif. Maka, tupoksi Kementerian P2MI pun menjadi lebih jelas, yaitu penekanan pada aspek perlindungan.
Menteri Mukhtarudin menyampaikan, arahan Presiden kepada Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia adalah pelindungan maksimal dari sebelum, selama dan setelah bekerja, serta optimalisasi penempatan Pekerja Migran Indonesia terampil (mengubah paradigma dan orientasi pekerja dari lowskill ke medium-high skill).
Dalam konteks blue print Indonesia Maju, Mukhtarudin mengilustrasikan mata rantai program Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Dimulai dari perlindungan pekerja migran, tercipta Indonesia sejahtera, hingga menjadi Indonesia maju. Dan tragedi Tai Po menjadi pengingat keras: perlindungan bukan slogan, tetapi sistem yang harus bekerja dalam situasi darurat sekalipun.
Menengah – Bawah
Wang Fuk Court adalah kompleks perumahan bersubsidi yang terletak di Tai Po, Hong Kong. Sebuah distrik yang dihuni kurang lebih 300.000 jiwa. Kompleks Wang Fuk Court terdiri dari 8 blok menara dengan total 1.984 unit apartemen dan dapat menampung hingga 4.600 penduduk. Kebakaran 26 November 2025 lalu, menghanguskan 7 dari 8 blok menara. Kebakaran ini diduga menyebar melalui perancah bambu dan jaring pelindung yang terpasang di seluruh blok apartemen untuk proyek renovasi.
Penyelidikan menunjukkan bahwa kebakaran kemungkinan disebabkan oleh kelalaian kontraktor, Prestige Construction & Engineering Co Limited, yang menggunakan bahan-bahan yang tidak tahan api. Pemerintah Hong Kong telah meluncurkan penyelidikan untuk menentukan penyebab pasti kebakaran dan mengambil tindakan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Saat ini, tengah berlangsung proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Proses ini diharapkan dapat memulihkan kompleks ini menjadi tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi penduduk ke depan. Penghuni Wang Fuk Court umumnya berasal dari kelas menengah ke bawah. Program perumahan subsidi pemerintah Hong Kong memang menyasar keluarga dengan pendapatan rendah hingga menengah.
Data sensus menunjukkan bahwa mayoritas penghuni memiliki pendapatan bulanan di bawah 20,490 dollar Hong Kong (sekitar Rp 40 juta). Rata-rata usia penghuni sekitar 56,6 tahun. Selain itu, banyak penghuni yang merupakan pensiunan atau memiliki pekerjaan dengan pendapatan rendah. Terhadap warga selamat yang kehilangan tempat tinggal, Pemerintah Hong Kong telah meluncurkan program bantuan untuk membantu penghuni terdampak. Termasuk bantuan keuangan dan akomodasi sementara.
WA Jusuf Kalla
Mangkuk berisi coto Makassar tandas sudah. Obrolan melebar dan meliar. Tiba saatnya, ia kembali ke pekerjaannya. “Oh ya… sebentar, saya harus mengucapkan terima kasih kepada Bapak Jusuf Kalla,” ujar Mukhtarudin .
Sejurus kemudian, ia tampak mengetik pesan WhastApp di ponselnya. Tak lama kemudian, ia meminta saya membaca pesan yang ia kirim kepada Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 itu.
Ass wr wb Pak Jusuf Kalla
Saya Mukhtarudin selaku Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia mau sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan atas bantuan Palang Merah Indonesia yang berkolaborasi aktif dengan Palang Merah Hong Kong, telah memberikan bantuan kepada korban akibat kebakaran WNI Pekerja Migran Indonesia di Hong Kong utk mendapatkan santunan sebesar 5.000 Dolar Hong Kong per bulan selama satu tahun. (total 9 orang yang meninggal)
_Palang Merah Indonesia Hebat.
Sehat selalu Pak Jusuf Kalla_
Tak berapa lama berselang, JK menelpon Pak Menteri menyambut berita gembira terkait Palang Merah Indonesia, dimana Jusuf Kalla menjadi ketua umumnya. Mukhtarudin tersenyum lega.
Dari Tai Po, kita belajar satu hal:
Pelindungan bukan sekadar mandat undang-undang. Ia adalah janji moral bangsa kepada setiap pejuang ekonomi keluarga Indonesia — di mana pun mereka berada. ***(Selesai)












