SAMPIT – Pasar Ramadan 1447 Hijriah Tahun 2026 diharapkan mampu mendorong peningkatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Harapan tersebut disampaikan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kotim Johny Tangkere saat menyampaikan laporan pada pembukaan bazar, Kamis 19 Februari 2026.
“Jumlah pedagang yang berpartisipasi tahun ini mencapai kurang lebih 130 peserta,” ujar Johny.
Bazar Ramadan dibuka langsung oleh Bupati Kotim Halikinnor didampingi Wakil Bupati Kotim Irawati, Ketua DPRD Kotim Rimbun dan jajaran OPD.
Johny menyampaikan rincian sekitar 70 pedagang kuliner lokal menempati tenda di Jalan S Parman, tepatnya di area parkir Taman Kota seberang Pasar Ex-Mentaya.
Mereka terdiri dari 42 pedagang kue tradisional, 17 pedagang minuman segar, enam pedagang asongan, serta tujuh dealer dan distributor pangan.
Sementara itu, sekitar 60 stand kuliner modern menempati tenda di Jalan Yos Sudarso, di area depan Swalayan UMKM dan Museum Kayu. Komposisinya terdiri dari 15 stand minuman, 15 stand kue, dan 30 stand yang menjajakan risoles, dimsum, serta aneka makanan berat lainnya.
Ia memproyeksikan selama satu bulan pelaksanaan bazar, potensi transaksi jual beli di area Pasar Ramadan dapat mencapai Rp2 miliar. Selain itu, efek ekonomi di luar area bazar, termasuk parkir dan transaksi di sekitar lokasi, diperkirakan mampu menembus Rp1 miliar. Adapun potensi pendapatan daerah melalui retribusi parkir, kebersihan, dan lainnya diperkirakan sekitar Rp50 juta.
“Kami berharap perputaran ekonomi ini benar-benar dirasakan oleh para pelaku UMKM dan masyarakat secara luas,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, DKUKMPP bersama mitra distributor beras PT Brasma turut menyerahkan bantuan 150 kilogram beras kepada tiga panti asuhan, yakni Panti Asuhan Annida Qolbu, Panti Asuhan Bahagia, dan Panti Asuhan Putra Borneo, masing-masing menerima 50 kilogram.
Selain itu, Kecamatan Baamang memberikan bantuan bagi 15 anak panti asuhan, serta Baznas menyalurkan bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM di Kotim.
Johny menambahkan, antusiasme masyarakat tahun ini terlihat meningkat dibanding tahun sebelumnya. Dengan jumlah pedagang yang lebih banyak dan lokasi yang lebih luas, pihaknya berharap kunjungan masyarakat juga semakin meningkat.
“Harapan kami, semakin banyak masyarakat yang datang, semakin terbantu pula UMKM kita. Semoga Pasar Ramadan ini benar-benar menjadi momentum kebangkitan ekonomi masyarakat Kotim,” tegasnya. (nardi)












