SAMPIT – Aparat kepolisian memastikan tengah menangani dua laporan tindak kejahatan yang terjadi di wilayah Kota Sampit dalam beberapa hari terakhir.
Kapolsek Ketapang, AKP Anis, mewakili Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Resky Maulana Zulkarnain, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima kedua laporan tersebut dan saat ini masih melakukan penyelidikan.
“Dua laporan ini sudah kami terima. Kami sedang menyelidiki kasus-kasus ini,” ucap Anis.
Perwira dengan pangkat tiga balok emas itu juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terlebih di bulan Ramadan. Menurutnya, momen tersebut kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi kejahatan.
“Menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bukan hanya sekadar tugas aparat kepolisian, ini tugas kita bersama. Meski jajaran Polres Kotim sudah meningkatkan sesi patroli, tidak menutup kemungkinan ada aksi kejahatan. Mari sama-sama kita tingkatkan kewaspadaan,” tegasnya.
Secara terpisah, Kasatlantas Polres Kotim, AKP Hariyanto, menambahkan bahwa pihaknya juga rutin melakukan patroli pada jam-jam rawan di seputaran Kota Sampit. Dalam satu sesi patroli, Satlantas menerjunkan satu tim berisi sekitar 10 personel.
“Selain untuk mengantisipasi adanya balapan liar, kami juga berpatroli ke wilayah pemukiman warga, tempat umum yang rawan seperti ATM, pusat perbelanjaan dan lainnya, untuk mengantisipasi adanya tindak kejahatan. Mari sama-sama kita tutup semua peluang kejahatan yang ada, tingkatkan kewaspadaan. Lebih baik mencegah, sedia payung sebelum hujan,” tukas Hariyanto.
Pihak kepolisian berharap sinergi antara aparat dan masyarakat dapat menjaga situasi kamtibmas di Sampit tetap aman dan kondusif selama bulan suci Ramadan.
Sementara itu, peristiwa dua aksi perampokan yang terjadi dalam rentang waktu kurang dari 12 jam pada Jumat 20 Februari 2026.
Peristiwa tersebut terjadi di lokasi berbeda, masing-masing pada dini hari dan siang bolong.
Kejadian pertama berlangsung sekitar pukul 02.30 WIB di sebuah rumah warga. Seorang perempuan bernama Marni (42) menjadi korban percobaan perampokan saat sedang tertidur seorang diri. Pelaku diduga masuk setelah memadamkan aliran listrik rumah, lalu menyerang korban di dalam kamar.
Korban yang terbangun langsung melakukan perlawanan, namun pelaku melukai korban menggunakan senjata tajam dan linggis. Akibatnya, korban mengalami luka serius di kepala dan wajah hingga harus mendapatkan perawatan medis. Meski terjadi aksi kekerasan, tidak ada barang berharga yang dilaporkan hilang. Pelaku masih dalam pengejaran aparat.
Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 13.15 WIB, perampokan kembali terjadi di sebuah gerai BRILink di Jalan HM Arsyad. Seorang pria bertubuh tinggi kurus mengenakan helm merah dan pakaian hitam masuk ke dalam gerai dan menodongkan senjata tajam kepada admin, Yuniar Tua Kurnia (27).
Di bawah ancaman akan dibunuh jika berteriak, korban menyerahkan uang tunai sekitar Rp9 juta kepada pelaku. Setelah berhasil menggasak uang, pelaku melarikan diri melalui bagian belakang lokasi menuju Jalan Mangga 1, tempat sepeda motornya telah diparkir.
Korban sempat berteriak meminta pertolongan dan warga yang mendengar teriakan awalnya mengira terjadi kecelakaan. Namun setelah didatangi, ternyata telah terjadi aksi perampokan.
(Jimmy)












