Pasar Ramadan menjadi Momentum Penggerak Ekonomi UMKM di Kotim

NARDI/BERITASAMPIT - Masyarakat memadati Pasar Ramadan di kawasan Taman Kota Sampit untuk membeli takjil berbuka.

SAMPIT – Penyelenggaraan Pasar Ramadan di kawasan Taman Kota Sampit dipandang sebagai penggerak ekonomi masyarakat selama bulan suci. Ketua (Kotim) Rimbun, menilai kegiatan tersebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang strategis bagi pelaku usaha kecil untuk meningkatkan pendapatan.

Kegiatan yang dibuka Bupati Kotim Halikinnor pada Kamis 19 Februari 2026 atau 1 Ramadan itu memperlihatkan adanya kerja sama antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pedagang dalam membangun ekonomi berbasis kerakyatan.

“Momentum Ramadan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Pasar Ramadan bukan hanya tempat jual beli takjil, tetapi wadah memperkuat UMKM lokal agar terus bertahan dan berkembang,” ucap Rimbun, Minggu 22 Februari 2026.

Sebanyak kurang lebih 130 pedagang ambil bagian tahun ini dan tersebar di dua lokasi. Di area parkir Taman Kota Sampit, Jalan S. Parman, terdapat sekitar 70 pelaku usaha yang terdiri dari pedagang kue tradisional, minuman segar, pedagang asongan, serta distributor pangan.

Sedangkan di Jalan Yos Sudarso, tepat di depan Swalayan UMKM dan Museum Kayu, sekitar 60 stan kuliner modern berjejer menawarkan aneka makanan berbuka puasa, mulai dari jajanan ringan hingga menu berat favorit masyarakat.

Setiap sore, dua titik tersebut dipenuhi warga yang mencari hidangan berbuka. Kondisi ini menciptakan perputaran uang yang cukup besar selama Ramadan.

Transaksi di dalam area bazar diperkirakan mencapai Rp2 miliar dalam satu bulan. Di luar itu, aktivitas ekonomi seperti parkir dan belanja di sekitar lokasi diproyeksikan menambah sekitar Rp1 miliar. Sementara dari retribusi parkir dan kebersihan, pendapatan daerah ditargetkan sekitar Rp50 juta.

Secara keseluruhan, perputaran ekonomi selama Pasar Ramadan di Sampit diperkirakan menembus Rp3,5 miliar.

baca juga ...  Anggota DPRD Kotim Soroti Aktivitas Hiburan Malam di Kawasan PJU Nur Mentaya

Rimbun berharap geliat tersebut benar-benar memberi dampak nyata bagi pelaku usaha kecil di Kotim.

Ia menegaskan, keberadaan Pasar Ramadan harus menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi rakyat secara berkelanjutan, bukan hanya kegiatan seremonial tahunan. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!