Ini Sejumlah Usulan Hasil Reses Dapil I DPRD Kotim

NARDI/BERITASAMPIT - Anggota DPRD Kotim Dapil 1 Angga Aditya Nugraha.

SAMPIT – Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Timur (Kotim) digelar pada Senin 23 Februari 2026 dengan agenda penyampaian hasil reses anggota DPRD di masing-masing daerah pemilihan.

Dalam kesempatan tersebut, anggota DPRD Kotim dari Daerah Pemilihan I, Angga Aditya Nugraha, menyampaikan laporan pelaksanaan reses, sejak 9 hingga 14 Februari 2026.

Khusus Dapil I, kegiatan difokuskan pada pertemuan dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan guna menyerap aspirasi secara langsung.

“Selain berdialog dengan konstituen, kami juga melakukan kunjungan lapangan untuk meninjau realisasi pekerjaan yang bersumber dari APBD Kabupaten Kotim,” kata Angga.

Dari hasil reses di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang yang memiliki luas wilayah sekitar 726 kilometer persegi dengan jumlah penduduk kurang lebih 106.019 jiwa, terdapat sejumlah program prioritas yang menjadi perhatian.

Di antaranya terkait pertumbuhan penduduk dan urbanisasi yang cukup tinggi sebagai wilayah inti Kota Sampit. Hal ini berdampak pada tekanan terhadap perumahan dan kawasan permukiman, meningkatnya kepadatan penduduk serta kebutuhan ruang terbuka hijau, hingga bertambahnya kebutuhan layanan dasar seperti air bersih, sanitasi dan listrik.

Pada sektor infrastruktur dan penataan perkotaan, aspirasi masyarakat meliputi peningkatan kualitas jalan lingkungan dan drainase, penanganan genangan air, penataan kawasan kumuh dan permukiman bantaran sungai, serta pengembangan sistem transportasi dan penataan parkir di pusat perdagangan.

Dalam aspek pengelolaan lingkungan hidup, persoalan sampah perkotaan yang terus meningkat serta pengendalian pencemaran air di sekitar Sungai Mentaya turut menjadi sorotan.

Sementara itu, pada sektor ekonomi, masyarakat mendorong penguatan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM dan pedagang pasar tradisional. 

Selain itu, upaya penanggulangan kemiskinan dan pengangguran juga menjadi perhatian, termasuk pengurangan angka pengangguran perkotaan dan peningkatan keterampilan tenaga kerja produktif.

Tak kalah penting, peningkatan kualitas pelayanan publik juga menjadi aspirasi utama, seperti digitalisasi pelayanan administrasi kecamatan dan kelurahan, peningkatan kapasitas aparatur, serta mendorong transparansi dan akuntabilitas .

“Harapan kami, laporan hasil reses ini dapat ditindaklanjuti sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Politisi PDIP ini. 

baca juga ...  Rimbun: Pasar Murah Polres Kotim Bantu Ringankan Beban Warga

Berikut rangkuman sejumlah usulan di Dapil 1

1. Bangkuang Makmur

Pada kegiatan reses di Bangkuang Makmur, masyarakat menyampaikan sejumlah usulan prioritas yang berkaitan dengan peningkatan infrastruktur dasar . Usulan tersebut meliputi pencucian parit jalan menuju Kantor sepanjang sekitar 3 km guna memperlancar aliran air dan mencegah banjir, perbaikan Jalan Usaha Tani untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat, peningkatan jalan agregat di Gang Bangkuang Hilir, pembangunan sumur bor di Gang Tulus RT 12 RW 01 untuk memenuhi kebutuhan air bersih, serta pengembangan program SPAM Bangkuang Makmur sebagai upaya peningkatan layanan air bersih bagi warga.

2. Eka Bahurui

Hasil reses di Eka Bahurui menunjukkan kebutuhan peningkatan infrastruktur jalan dan drainase sebagai prioritas utama masyarakat. Usulan yang disampaikan meliputi peningkatan dan perbaikan Jalan Niaga beserta pencucian paritnya, penimbunan jalan pertanian dan jalan swadaya permukiman, pembangunan box culvert di Jalan Kuda Marleh, serta penimbunan Gang Mustika. Selain itu, masyarakat mengusulkan peningkatan beberapa ruas jalan melalui semenisasi dan pengaspalan, yaitu Jalan Swadaya RW 001 sepanjang 900 meter, Jalan Poros RW 002 sepanjang 850 meter, dan Jalan Niaga Barat RW 003 sepanjang 900 meter guna meningkatkan aksesibilitas dan kelancaran mobilitas warga.

3. Kelurahan Mentawa Baru Hulu

Dalam kegiatan reses di Kelurahan Mentawa Baru Hulu, masyarakat menekankan pentingnya peningkatan kualitas infrastruktur lingkungan dan pengembangan sektor pertanian. Usulan yang disampaikan meliputi peningkatan Jalan Batu Berlian Gang Damai, pembangunan drainase di Kompleks Perumahan Pepabri untuk mengatasi genangan air, pembangunan rumah kaca berukuran 20 × 50 meter bagi Kelompok Tani Laksana Jaya, lanjutan peningkatan Jalan MT. Haryono Barat KM 4, serta pembangunan jembatan di Jalan MT. Haryono Barat KM 5 guna meningkatkan konektivitas wilayah.

4. Pelangsian

Masyarakat Pelangsian menyampaikan usulan yang berfokus pada peningkatan sarana infrastruktur dan pelayanan publik . Usulan tersebut meliputi peningkatan Jalan Kuda Marleh, pemasangan penerangan jalan umum, rehabilitasi dan pemeliharaan TK Mawar, pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM), serta rehabilitasi saluran air di Jalan Ir. Juanda guna mendukung kelancaran drainase dan kenyamanan masyarakat.

baca juga ...  Ramadhana Rahman Resmi Dilantik sebagai PAW DPRD Kotim Fraksi PDIP

5. Bapeang

Pada reses di Bapeang, aspirasi masyarakat didominasi oleh kebutuhan peningkatan sektor pertanian, peternakan, dan pendidikan. Usulan meliputi pengadaan alat bajak rotari, pompa air pengairan dan pompa air tenaga surya, bantuan bebek petelur dan pupuk dolomit untuk mendukung produktivitas pertanian, pembangunan pagar serta penimbunan Madrasah Nur Amin, serta pembangunan Gedung TK Mekar Sari guna menunjang sarana pendidikan anak usia dini.

6. Kelurahan Pasir Putih

Hasil reses di Kelurahan Pasir Putih menunjukkan kebutuhan peningkatan infrastruktur pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Usulan meliputi pencucian parit Jalan Rel Bina Karya, penambahan ruang belajar SD 7 Sawit Raya, pembangunan area parkir kantor kelurahan dan puskesmas, pemasangan paving halaman SD 4 Sawahan serta pengadaan meubelair ruang kelas. Selain itu, masyarakat mengusulkan peningkatan Jalan Sawit Raya 3A dan Jalan Pendawa Raya, pembangunan box culvert penghubung kawasan permukiman, serta bantuan sarana budidaya perikanan berupa akuarium dan bibit ikan bagi kelompok perikanan setempat.

7. Bapanggang Raya

Kegiatan reses di Bapanggang Raya menghasilkan berbagai usulan yang mencakup pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan ekonomi . Usulan infrastruktur meliputi pembangunan drainase, normalisasi Sungai Bapanggang dan Sungai Datuk Nabi, penimbunan badan jalan , peningkatan beberapa ruas jalan lingkungan, pembangunan sumur bor, pemasangan penerangan jalan tenaga surya, serta pembangunan jaringan perpipaan PDAM. 

Selain itu, masyarakat juga mengusulkan peningkatan kapasitas aparatur dan kelembagaan masyarakat melalui berbagai pelatihan. Dalam sektor ekonomi, diusulkan bantuan ternak sapi dan kambing, pengadaan bibit kelapa sawit, kolam ikan, bibit ikan, serta pelatihan dan perlengkapan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

8. Telaga Baru

Di Telaga Baru, masyarakat menyampaikan aspirasi terkait peningkatan sarana pendidikan, infrastruktur jalan, dan fasilitas umum. Usulan meliputi pembangunan dua ruang kelas baru, pembangunan drainase Jalan Karya Baru, pemeliharaan Jalan Panglima Hamdan, perbaikan jembatan Jalan Batangkang, pemasangan penerangan jalan umum, peningkatan sarana , pembangunan SPAM , peningkatan Jalan Gang Bersama, lanjutan betonisasi Jalan Ir. H. Juanda Gang Sabar Hati, serta peningkatan Jalan Gang Barokah.

baca juga ...  Anggota Dewan Ini Minta Puskesmas dan Pustu Siaga

9. Kelurahan Ketapang

Hasil reses di Kelurahan Ketapang menunjukkan kebutuhan besar terhadap peningkatan jalan lingkungan dan sistem drainase. Usulan masyarakat meliputi semenisasi sejumlah gang permukiman seperti Gang Damai, Permai, Sido Mulyo, Karya, Budi Utama, dan Mega, penimbunan serta pemasangan siring batu belah, perbaikan drainase Gang Lima Tiga, peningkatan jalan di Gang Karya Indah, Jalan Mustika 2, Gang Bakri (Jembatan Kuning), dan Jalan H. Imbran Gang Mutiara, serta rehabilitasi Jalan Jembatan Kuning dan peningkatan Jalan Gang Setia.

10. Kelurahan Mentawa Baru Hilir

Pada reses di Kelurahan Mentawa Baru Hilir, masyarakat mengusulkan peningkatan sistem drainase guna mengurangi genangan air di lingkungan permukiman. Usulan meliputi lanjutan perbaikan drainase Jalan Semangka 1 dan 2, perbaikan drainase Jalan Merpati I, II, dan III, pembangunan drainase Jalan Cendrawasih, serta pembangunan drainase Jalan Kepodang 3 untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan masyarakat.

11. Kecamatan Mentawa Baru Ketapang

Di wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, aspirasi masyarakat mencakup peningkatan infrastruktur jalan, utilitas umum, serta bantuan sosial keagamaan dan pendidikan. Usulan meliputi pengaspalan beberapa ruas jalan, pemasangan PJU, perluasan jaringan PDAM, lanjutan betonisasi Jalan Sawit Raya IV, rekonstruksi Jalan Padat Karya Permai, pembangunan drainase dan box culvert di beberapa wilayah, bantuan ternak ayam petelur bagi kelompok tani, serta pemberian hibah kepada masjid, mushalla, dan yayasan pendidikan.

12. Kelurahan Mentawa Baru Hilir

Pada kegiatan reses di Kelurahan Mentawa Baru Hilir, masyarakat mengusulkan peningkatan Jalan DI. Panjaitan Gang Kelapa RT 42/RW 05 sebagai upaya meningkatkan akses transportasi lingkungan serta mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan mobilitas warga. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!