SAMPIT – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam K Anwar, menyampaikan kronologis awal peristiwa tenggelamnya seorang remaja bernama Ananda Putra Wijaya di danau bekas galian C, Sampit, Kamis 26 Februari 2026.
Dalam keterangannya, Multazam menjelaskan bahwa berdasarkan informasi sementara di lapangan, korban berenang cukup jauh dari bibir danau sebelum akhirnya tenggelam.
“Informasi awal yang kami terima, Ananda Putra Wijaya berenang menuju titik tertentu, kurang lebih sekitar 75 sampai 100 meter dari pinggir danau. Ia menyebrang untuk mengejar teman-temannya yang berada di sekitar jarak 100 meter tersebut,” ujarnya.
Diduga karena kelelahan saat berenang jarak jauh, korban akhirnya tidak mampu kembali ke tepian dan tenggelam. Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 16.30 WIB dan disaksikan oleh sejumlah orang yang berada di lokasi.
Multazam menambahkan, pihak keluarga korban yang berada di Bagendang telah dihubungi dan saat ini tengah dalam perjalanan menuju Sampit.
Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Kotim langsung mengerahkan satu unit perahu karet beserta lima personel untuk melakukan upaya pencarian dan penyelamatan di sekitar titik kejadian.
“Kami dari BPBD sudah meluncurkan satu unit perahu karet dengan lima personel ke tengah danau untuk mencoba melakukan penyelamatan di sekitar lokasi kejadian. Saat ini kami juga menunggu kedatangan tim Pos SAR Sampit agar bisa berkolaborasi dalam proses pencarian,” jelasnya.
BPBD berharap proses pencarian dapat berjalan lancar dan korban segera ditemukan. Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih melakukan penyisiran di area danau bekas galian tersebut.
(Jimmy)












