Kakanwil Kemenag Kalteng Ajak Perkuat Silaturahmi dan Saling Memaafkan

IST/BERITASAMPIT - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi , HM Yusi Abdhian, sebagai khatib dan imam pada pelaksanaan Salat Idulfitri.

– Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi , HM Yusi Abdhian, didaulat menjadi khatib dan imam pada pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Raya Nurul Islam, Sabtu 21 Maret 2026.

Dalam khutbahnya, Kakanwil menyampaikan pesan reflektif tentang makna kemenangan setelah menjalani ibadah puasa Ramadan.

“Pagi ini, cahaya mentari dan lantunan takbir mengiringi rasa syukur yang mengalir dari hati. Setelah satu bulan berpuasa, menahan diri, dan menempuh jalan kesabaran, kini tibalah saatnya merayakan kemenangan dan keberkahan,” ucapnya.

Idulfitri bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum untuk kembali kepada kesucian diri (fitrah), memperkuat ketaatan kepada Allah SWT, serta meningkatkan kualitas hubungan sosial antarsesama.

“Idulfitri adalah panggilan untuk kembali kepada kesucian, bukan hanya tentang pakaian baru atau hidangan, tetapi tentang hati yang bersih dan tekad menjadi hamba yang taat,” tambahnya.

Selain itu juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara hubungan vertikal kepada Allah SWT melalui peningkatan ibadah, serta hubungan horizontal dengan sesama manusia melalui kepedulian sosial.

“Mengutip firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 133–134 tentang perintah untuk bersegera meraih ampunan Allah dan menjadi golongan orang bertakwa, yang diwujudkan melalui sikap gemar berinfak, mampu menahan amarah, dan mudah memaafkan,” lanjutnya.

Selain itu, itu mengajak jamaah untuk memperkuat ibadah sosial seperti zakat, infak, dan sedekah sebagai bentuk kepedulian dan upaya menyucikan harta serta jiwa.

“Kita harus yakin bahwa berbagi tidak akan mengurangi harta, justru Allah akan menambah keberkahan bagi orang-orang yang gemar bersedekah,” tuturnya.

Dalam hal ini juga mengingatkan pentingnya berbakti kepada orang tua, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat, sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai spiritual dan sosial.

“Selain itu juga mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Idulfitri sebagai momentum mempererat silaturahmi, saling memaafkan, serta mempertahankan kesucian diri dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga kebahagiaan Idulfitri tidak hanya berhenti hari ini, tetapi terus menyala dalam setiap langkah kehidupan kita,”ungkapnya. (yud)

baca juga ...  Satu Polisi Dipecat Karena Terlibat Narkoba, Kapolresta Palangka Raya Perketat Pengawasan Internal
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!