Janji Pemkab Kobar Membangun Monumen Patung Prof. Dr. Birute Mary Galdikas dan Suaminya Bohap bin Jalan Kandas di Tengah Jalan

MAN/BERITASAMPIT - Konsep monumen patung Prof. Dr. Birute Mary Galdikas dan Suaminya Bohap Bin Jalan (kiri), Penulis bersama Prof.Dr.Birute Mary Galdikas dikediamannya di Pasir Panjang (kanan).

Penulis: Maman Wiharja (Wartawan Senior-beritasampit.com)

Penjabat (Pj) Bupati Kobar H. Budi Santosa, didampingi Sekda Kobar Rody Iskandar, mengunjungi kediaman Prof. Dr. Birute Mary Galdikas di Pasir Panjang pada pertengahan bulan Juni 2024 lalu.

Dalam kunjungan tersebut, selain bersilaturahmi juga membicarakan bahwa Pemkab Kobar siap mendanai pembangunan Monumen Patung Ibu Birute (Almarhummah) dan Suaminya Pak Bohap Bin Jalan (Almarhum). 

Saat itu, Almarhumah Ibu Birute tampak berseri dan gembira. Beliau menceritrakan kepada penulis bahwa kunjungan Pj. Bupati Kobar berjanji Pemkab Kobar akan mendanai pembangunan monumen patung.

Adapun anggaranya sesuai dengan proposal sekitar Rp215 juta pada Bulan Mei 2024. Biaya tersebut meliputi pengiriman dan pemasangan Patung oleh ahlinya dari Semarang, serta membangun fondasi tugu yang digambar oleh staf dari PUPR Kobar.

Rencana pembangunan Monumen Patung dua legendaris Konservasi Orangutan di Kabupaten Kobar – ini boleh dikatakan sudah matang dan akan dibangun di sekitar atau area Rumah Betang, pinggir Jalan Raya Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan. 

Rencana pembangunan Monumen Patung yang akan dilaksanakan pada bulan Juni dan Juli itupun disebarluaskan melalui pemberitaan disejumlah media, antara lain Borneonews.co.id (Pemkab Kobar Akan Realisasikan Pembangunan Monumen Patung Penyelamat Orangutan), Berita Satu (Pemerintah Kabupaten Barat Siap Bangun Patung Prof. Birute Mary Galdikas dan Bohap), IntimNews (Monumen Patung Prof Birute Akan Segara Dibangun), MataKalteng (Pemkab Kobar Segera Bangun Monumen Penyelamat Orangutan), Dayakpos.news (Pemkab Kobar Akan Wujudkan Pembangunan Monumen Patung Birute dan Suaminya), serta sejumlah dari media lainnya.

Disaat rencana pembangunan sudah dipersiapkan oleh Pemkab Kobar, tiba-tiba sekitar akhir bulan Juli 2024 Pemkab Kobar menerima surat dari Dirjen KSDAE Kemenhut, yang ditandatangani Prof. Dr. Setyawan Pudyatmoko, S.Hut., M.Sc., yang isinya Dirjen KSDAE melarang Pemkab Kobar mendanai Pembangunan Monumen Patung.

baca juga ...  Kasus Sengketa Lahan Antara Pemda Kobar dan Ahli Waris H. Brata Ruswanda Paling Unik se-Kalteng

“Seharusnya, Dirjen KSDAE  berterimakasih kepada Pemkab Kobar,“ kata Ibu Birute kepada penulis saat itu.

Dengan munculnya surat dari KSDAE tersebut, dipastikan Ibu Birute sedih, termasuk penulis. Karena dengan datangnya Surat dari KSDAE, maka Janji Pemkab Kobar Siap Membangun Monumen Patung Ibu Birute dan Suaminya, ‘KANDAS DITENGAH JALAN ‘.

Disisi lain sejumlah Media Oline yang semula mendukung Pemkab Kobar akan membangun patung, setelah datangnya Surat dari KSDAE memilih ‘diam' tidak lagi memberitakan rencana pembangunan tersebut. Hanya satu media online beritasampit.com yang menerbitkan berita dengan judul: “Seharusnya Dirjen KSDAE Kemenhut, Berterimakasih Kepada Pemkab Kobar“.

Setelah Raja Juli Antoni dilantik sebagai,

Pada Bulan Januari 2025, Ibu Birute sempat bertatap muka dengan Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, di Kantor Kemenhut. Saat itu Ibu Birute, mengabarkan kepada  penulis, bahwa Menhut RI Raja Juli Antoni tidak melarang kalau Pemkab Kobar akan membantu mendanai Pembangunan Monumen Patung.

“Pak Maman, saya sudah bertemu dengan Beliau ( Menhut Raja Juli Antoni), mengenai pembangunan patung nanti kalau saya sudah pulang ke Pangkalan Bun kita bicarakan lagi,“ kata Ibu Birute, kepada penulis melalui handphone dari Los Angeles.

Beberapa minggu kemudian, saat menjelang Pemilu termasuk menjelang berakhirnya masa jabatan Pj Bupati Kobar H. Budi Santosa. Seiring dengan ramainya suasana ‘‘, akhirnya sampai meninggalnya  Prof. Dr. Birute Mary Galdikas pada Selasa, 24 Maret 2026, pukul 04.30, di RS Los Angelas AS, tidak pernah ada perhatian lagi dari Pemkab Kobar terkait kelanjutan pembangunan monumen kedua legendaris konservasi Orangutan di Kalimantan.

Mudah-mudahan dengan tulisan ini, ada perhatian dari Bupati Kobar atau Gubernur Kalteng, atau pihak Pengusaha untuk  melanjutan rencana pembangunan Monumen Patung Prof. Dr. Birute Mary Galdikas dan Suaminya Bohap Bin Jalan. SEMOGA. (*)

baca juga ...  Liburan Natal dan Tahun Baru BPBD Kobar Buka Posko
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!