SUKAMARA – Bupati Sukamara Masduki langsung menanggapi keluhan warga terkait belum tersedianya aliran listrik di sejumlah titik pertanian di Desa Karta Mulya dengan mengundang pihak PLN untuk meninjau langsung lokasi yang belum teraliri listrik.
Peninjauan dilakukan oleh Masduki dan mengajak berdialog langsung dengan petani dan pihak PLN mengenai kebutuhan listrik untuk mendukung aktivitas pertanian.
Para petani menyampaikan bahwa keterbatasan akses listrik menjadi kendala utama dalam sistem pengairan lahan, sehingga penyiraman belum dapat berjalan maksimal terutama saat musim kemarau.
Menanggapi hal itu, Masduki menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya mempercepat pemenuhan kebutuhan listrik bagi sektor pertanian melalui koordinasi dengan PLN.
“Kita ingin petani di Karta Mulya lebih mudah dalam mengairi lahan. Dengan adanya listrik, produksi akan meningkat dan kebutuhan pangan bisa dipenuhi dari daerah sendiri,” kata Masduki, Selasa 31 Maret 2026.
Ia menilai Desa Karta Mulya memiliki potensi besar sebagai salah satu penopang ketahanan pangan di Kabupaten Sukamara. Hal itu didukung keberadaan sembilan kelompok tani yang selama ini memproduksi berbagai komoditas sayuran, mulai dari cabai, kacang-kacangan hingga sayuran lainnya.
Sementara itu, Manager Unit Layanan Pelanggan PLN Sukamara Miftahur Rizqi menjelaskan bahwa pembangunan jaringan listrik di wilayah Jalan Rambutan dan Jalan Sukatani sebenarnya telah selesai dipasang.
Namun, menurutnya, saat ini masih diperlukan tambahan material berupa connector untuk menyelesaikan proses akhir sebelum pelanggan dapat dialihkan ke jaringan baru.
“Kami targetkan pada bulan April pemindahan pelanggan sudah bisa dilaksanakan,” jelas Miftahur.
Dengan adanya peninjauan langsung tersebut, diharapkan percepatan aliran listrik ke kawasan pertanian di Desa Karta Mulya dapat segera terealisasi sehingga mampu membantu petani dalam meningkatkan produktivitas lahan. (enn)












