BPBD Petakan Risiko Karhutla 2026, Tekankan Mitigasi Berbasis Data

DENNY/BERITASAMPIT - Kalaksa BPBD , Herman Wibowo.

– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten mulai memetakan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026 dengan mengacu pada data kejadian sebelumnya sebagai langkah mitigasi dini.

Upaya tersebut mengemuka dalam Rapat Supervisi menghadapi Bahaya Karhutla di Wilayah yang digelar di Ruang Rapat Bupati dan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan terkait, Rabu 1 April 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Herman Wibowo menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan komparasi data karhutla tahun 2023 sebagai acuan utama dalam menyusun strategi pencegahan.

“Kami akan membuka data tahun 2023, kemudian melakukan komparasi dan dilanjutkan dengan langkah mitigasi agar penanganan lebih terarah,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dengan tingkat kerawanan tinggi akan menjadi prioritas penanganan, termasuk melalui rapat koordinasi yang melibatkan camat, kapolsek, hingga bhabinkamtibmas.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar upaya pencegahan dapat dilakukan secara terpadu hingga ke tingkat .

Herman juga mengungkapkan bahwa berdasarkan paparan, potensi musim kemarau diperkirakan mulai terjadi lebih awal, yakni sekitar 20 Mei 2026, dengan wilayah , , dan menjadi daerah yang berisiko tinggi, diperkuat fenomena El Nino yang diprediksi cukup kuat sehingga meningkatkan potensi kekeringan dan karhutla. (denny)

baca juga ...  Keterbukaan Informasi OPD Jadi Sorotan, Respons Pejabat terhadap Media Dipertanyakan
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!