PANGKALAN BUN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Senin 6 April 2026, melakukan kunjungan kerja ke kantor Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).
Dalam kunjungan kerjanya, DPRD Kobar di sambut langsung oleh Menteri P2MI Drs. Mukhtarudin dan dihadiri juga oleh Wakil Ketua I DPRD Kobar Rudi Imam Gunawan, Wakil Ketua II DPRD Kobar Sri Lestari dan Anggota DPRD Kobar Hj. Yayang Desyareni.
Wakil Ketua I DPRD Kobar Rudi Imam Gunawan mengatakan bahwa pertemuan dengan Menteri P2MI ini untuk menindaklanjuti pertemuan yang terdahulu, dimana Menteri P2MI berkomitmen akan membangun kerjasama dengan Pemerintah Daerah Kotawaringin Barat dalam hal Advokasi Dan Sosialisasi terkait Pekerja Migran dan sektor lainnya.
“Kami sangat bersyukur atas komitmen Pak Menteri P2MI yang akan melakukan kerjasama dengan Pemerintah Daerah Kobar dalam hal Advokasi serta membuka peluang Pekerja Migran. Ini bagian strategi dalam mengurangi angka pengangguran di wilayah Kobar,” ujar Rudi Imam Gunawan.
Menurut Politisi Partai Golkar ini, kerjasama dengan Kementerian P2MI dalam rangka untuk memperkuat tata kelola perlindungan serta meningkatkan profesionalisme Pekerja Migran Indonesia khususnya asal Kobar yang bekerja di luar negeri.
“Kerjasama ini membuka peluang bagi putra putri Kotawaringin Barat yang akan bekerja ke luar negeri, karena nantinya akan dibentuk migran center yang bekerjasama dengan universitas yang ada di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat,” ucapnya.
Selain itu lanjut Rudi Imam Gunawan, kerjasama yang akan dilakukan adalah dalam mengoptimalkan Lembaga Peningkatan Sumber daya manusia untuk upgrading skill calon Pekerja Migran agar memiliki kualifikasi yang diperlukan oleh negara tujuan.
“Jadi calon Pekerja Migran yang akan diberangkatkan nanti benar benar telah memiliki keahlian sesuai kebutuhan negara yang akan dituju, sehingga sebelumnya akan melalui proses pelatihan khususnya dalam bahasa sesuai negara yang akan di tuju, dengan adanya pelatihan ini kita akan memberangkatkan tenaga kerja yang profesional,” kata Rudi Imam Gunawan. (man)












