Dampak Kenaikan Bahan Material, Proyek PJU Kapten Mulyono Sampit Disesuaikan

NARDI/BERITASAMPIT - Kepala Dinas Perhubungan Kotim Raihansyah.

SAMPIT – Rencana pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Kapten Mulyono, Kabupaten Timur (Kotim), ikut terdampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berimbas pada melonjaknya harga material.

Kepala Dinas Perhubungan Kotim, Raihansyah, mengungkapkan bahwa sejumlah komponen mengalami kenaikan signifikan, terutama kabel yang naik hingga sekitar 120 persen dibandingkan saat perencanaan awal pada 2025.

“PJU ini menjadi program strategis pemerintah daerah. Saat ini kami sedang menyusun ulang HPS (Harga Perkiraan Sendiri) meminta pendampingan inspektorat serta kejaksaan. Namun karena ada perubahan harga satuan, kami harus menyesuaikan dengan kondisi sekarang,” ujarnya, Kamis 30 April 2026.

Ia menjelaskan, dengan anggaran awal sekitar Rp2,3 miliar yang dirancang untuk menjangkau dari simpang KFC hingga simpang lingkar selatan, kini tidak lagi mencukupi akibat lonjakan harga material.

“Kalau menambah anggaran, sepertinya sudah tidak mungkin, sehingga dilakukan penyesuaian untuk perencaannnya menyesuaikan anggaran,” ungkapnya.

Salah satu langkah yang diambil adalah mengubah jarak antar tiang PJU dari semula 40 meter menjadi 50 meter. Dengan penyesuaian tersebut, jumlah tiang juga berkurang dari rencana awal 82 unit menjadi sekitar 70 tiang.

“Spesifikasi tidak berubah, hanya jaraknya yang kami atur ulang. Ini supaya tetap bisa menjangkau sampai simpang lingkar selatan tanpa menambah anggaran,” jelasnya.

Proyek PJU dari perempatan MT Haryono hingga simpang empat lingkar selatan itu, menjadi perhatian khusus pemerintah daerah karena dinilai rawan kecelakaan dan minim penerangan.

Raihansyah menambahkan, proyek tersebut ditargetkan segera dilelang dalam waktu dekat. Proses tender diharapkan rampung pada Mei 2026, sehingga pekerjaan fisik dapat dimulai sekitar Juni hingga Juli 2026.

“Ini menjadi atensi bupati karena lokasi tersebut rawan kecelakaan. Dengan adanya penerangan, kami harapkan bisa menekan angka kecelakaan sekaligus mengurangi potensi kriminalitas,” pungkasnya. (Nardi)

baca juga ...  DPKP Kotim Sebut Tak Ada Laporan Lahan Pertanian Alami Kerusakan Akibat Curah Hujan Tinggi
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!