Stabilkan Harga Pangan, Pemprov Kalteng Optimalkan Pasar Murah

IST/BERITA SAMPIT - Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 serta Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 dan Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal bersama Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia secara virtual dari Ruang Rapat Bajakah Lantai II Kantor Gubernur .

– Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko, menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 serta Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 dan Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal bersama Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia secara virtual dari Ruang Rapat Bajakah Lantai II Kantor Gubernur , Selasa 5 Mei 2026.

Rapat tersebut dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir, yang menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan melalui penguatan distribusi, pelaksanaan operasi pasar, dan pengawasan harga di lapangan.

“Ketersediaan stok pangan saat ini lebih dari cukup. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus aktif menjaga stabilitas harga agar tidak terjadi kenaikan harga di pasar,” ucap Tomsi.

Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono menyampaikan bahwa inflasi secara tahunan pada April 2026 tercatat sebesar 2,42 persen, dengan sejumlah komoditas pangan yang masih perlu mendapat perhatian dalam upaya pengendalian inflasi.

“Inflasi secara tahunan pada April 2026 tercatat sebesar 2,42 persen. Meskipun relatif terkendali, sejumlah komoditas pangan masih perlu mendapat perhatian dalam rangka pengendalian inflasi,” tambah Ateng.

Menanggapi hal tersebut, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko menyatakan akan terus memperkuat sinergi pengendalian inflasi bersama seluruh pemerintah kabupaten dan pemerintah kota melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah serta perangkat daerah terkait.

“Pengendalian inflasi harus menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan karena stabilitas harga berpengaruh terhadap daya beli dan kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.

Berdasarkan data terbaru, inflasi tercatat sebesar 3,66 persen dan menempati urutan ketujuh tertinggi secara .

“Inflasi yang masih berada di atas rata-rata menjadi perhatian serius bagi untuk terus melakukan langkah pengendalian secara terukur dan berkelanjutan,” tuturnya.

akan terus mengoptimalkan upaya strategis melalui pasar murah, pemantauan harga bahan pokok, serta penguatan distribusi logistik antardaerah.

“Kami akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, Badan Urusan Logistik, dan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga ketersediaan pasokan serta stabilitas harga kebutuhan pokok,” ungkapnya. (yud)

baca juga ...  Gubernur Kalteng Tegaskan Arah Pembangunan 2026 Sesuai RPJMD 2025–2029
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!