PALANGKA RAYA – Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Gerindra Ade Jona Prasetyo menyatakan akan memperjuangkan penambahan Fuel Terminal atau depo bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Menurut Ade, usulan tersebut akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak terkait guna mendukung kelancaran distribusi BBM di wilayah Kalteng.
“Nanti kita koordinasikan dengan pihak terkait,” ujarnya saat ditemui di Kantor Gubernur Kalteng, Senin, 11 Mei 2026.
Ia juga merespons antrean panjang pengisian BBM yang sempat terjadi di sejumlah wilayah di Kalteng, termasuk Kota Palangka Raya dan Kabupaten Kotawaringin Timur.
Ade menegaskan, sebagai anggota Komisi XII yang membidangi Energi, Sumber Daya Mineral (ESDM), Lingkungan Hidup, dan Investasi, dirinya akan mengawal ketersediaan stok BBM agar tetap aman untuk masyarakat.
“Jadi saya sebagai anggota Komisi XII sangat mengawal supaya stok BBM di Kalteng dipastikan aman,” katanya.
Ia memastikan pasokan BBM di Kalteng saat ini dalam kondisi cukup dan akan terus dipantau.
“Saya akan mengawal stok BBM di Kalteng aman dan cukup untuk masyarakat Kalteng,” lanjutnya.
Sebelumnya, Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, meminta adanya penambahan depo BBM di wilayah Kalteng. Menurutnya, kebutuhan tersebut penting karena Kalteng terbagi dalam tiga zona distribusi, yakni zona barat, zona tengah, dan zona timur.
“Kita meminta Pertamina untuk menambah depo, karena Kalteng ini ada tiga zona yakni Zona Barat, Zona Timur, dan Zona Tengah,” ujarnya saat jumpa pers di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Sabtu malam, 9 Mei 2026.
Agustiar menjelaskan, saat ini zona barat telah memiliki dua Fuel Terminal yang berada di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.
“Kalau di Zona Barat sudah ada dua depo, ada di Sampit dan Pangkalan Bun,” katanya.
Sementara untuk zona tengah, lanjut dia, telah tersedia satu Fuel Terminal di Kabupaten Pulang Pisau. “Kalau di zona tengah sudah ada,” sambungnya.
Namun, ia menyoroti belum adanya Fuel Terminal di wilayah zona timur Kalteng yang dinilai strategis karena menjadi daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kalau di zona timur tidak ada, padahal zona timur penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), sementara zona timur mengambil pasokannya di zona tengah,” ujarnya.
Karena itu, Agustiar meminta Pertamina mempertimbangkan pembangunan minimal satu depo tambahan di wilayah timur Kalteng agar distribusi BBM lebih merata.
“Mohon dengan hormat Pertamina, minimal satu, agar berimbang dan berkeadilan seperti zona barat,” pungkasnya.
Untuk diketahui, antrean panjang pengisian BBM sebelumnya sempat terjadi di sejumlah SPBU di Kota Palangka Raya sejak Senin, 4 Mei 2026. Namun, kondisi antrean kini mulai berangsur normal dan mengurai.
(Sya'ban)












