SAMPIT – Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rimbun, menghadiri peresmian operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang dilakukan secara virtual oleh Presiden Prabowo Subianto, Sabtu 16 Mei 2026.
Untuk di Kotim kegiatan dipusatkan di KDMP Desa Eka Bahurui, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Rimbun menyampaikan apresiasi atas berdirinya koperasi yang diharapkan mampu membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam pembangunan koperasi tersebut, mulai dari masyarakat, pengurus koperasi hingga dukungan TNI dalam proses pembangunan.
Menurutnya, keberhasilan koperasi nantinya sangat ditentukan oleh kemampuan pengurus dalam menjalankan manajemen secara disiplin dan profesional, terutama karena berkaitan langsung dengan pengelolaan keuangan masyarakat.
“Kami berharap pengurus, baik ketua maupun anggotanya, benar-benar menjalankan tugas secara profesional dan penuh tanggung jawab. Jangan sampai nantinya muncul persoalan yang merugikan masyarakat,” kata Rimbun.
Ia menegaskan, koperasi harus melayani seluruh masyarakat secara adil tanpa membeda-bedakan golongan tertentu. Pengurus juga diminta menjaga kedisiplinan dan transparansi agar tujuan koperasi bisa tercapai.
“Pengurus jangan pilih kasih dalam pelayanan. Koperasi ini dibentuk untuk kesejahteraan masyarakat sesuai amanat pemerintah pusat dan semangat Pasal 33 UUD 1945,” ujarnya.
Rimbun berharap keberadaan Koperasi Merah Putih dapat membantu menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok di desa sehingga masyarakat tidak lagi terbebani harga yang terlalu tinggi akibat rantai distribusi panjang.
Ia mencontohkan distribusi gas LPG tiga kilogram yang selama ini sering mengalami kenaikan harga di tingkat masyarakat karena berpindah tangan berkali-kali sebelum sampai ke konsumen.
“Harapannya melalui koperasi ini harga kebutuhan pokok bisa lebih terkendali dan mendekati harga distributor sehingga masyarakat tidak merasa terbebani,” ucapnya.
Menurut Rimbun, program Koperasi Merah Putih memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian desa, termasuk membantu petani memasarkan hasil produksi agar tidak terus bergantung pada tengkulak.
“Koperasi nantinya bisa menjadi tempat penampungan hasil pertanian masyarakat. Dengan begitu harga jual hasil panen tidak mudah ditekan oleh pihak tertentu yang hanya mencari keuntungan besar,” jelasnya.
Terkait keberadaan warung kecil maupun usaha ritel modern, ia menilai koperasi tidak perlu dipandang sebagai ancaman selama pengelolaannya dilakukan dengan baik dan tetap memperhatikan keseimbangan usaha masyarakat.
“Dalam dunia usaha tentu ada persaingan, tetapi semuanya tergantung bagaimana pengurus koperasi menjalankannya. Yang penting seluruh stakeholder mendukung agar koperasi ini berkembang,” katanya.
Ia memastikan DPRD Kotim akan terus menjalankan fungsi pengawasan sekaligus memberikan masukan positif demi mendukung perkembangan koperasi di daerah.
“Kami dari DPRD tentu akan melakukan pengawasan dan memberikan dukungan agar koperasi ini maju. Namun usaha kecil maupun ritel yang sudah ada juga tetap harus diperhatikan. Tujuan akhirnya bagaimana masyarakat bisa lebih sejahtera,” tandasnya. (nardi)












