PETI Ilegal di Mentaya Hulu Kian Marak, Dugaan Bekingan Aparat Mencuat

IST/BERITASAMPIT - Ilustrasi.

SAMPIT – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Timur, kembali menjadi sorotan. Meski kerap disebut berlangsung secara sembunyi-sembunyi dan kucing-kucingan dengan aparat penegak , aktivitas tersebut diduga masih terus berjalan di sejumlah titik, terutama di Kawan Batu dan kawasan Ngabe.

Dari informasi, sejumlah alat berat terlihat beroperasi di area yang diduga menjadi lokasi penambangan emas ilegal. Aktivitas itu disebut sudah berlangsung cukup lama dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda berhenti.

Seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan, lancarnya kegiatan tambang ilegal tersebut diduga tidak lepas dari peran sejumlah pihak yang memiliki pengaruh di lokasi.

“Ada tiga orang yang disebut-sebut berperan penting dalam aktivitas itu, yakni berinisial GN, IM, dan HI. Mereka diduga bukan hanya pemilik alat berat, tetapi juga mengatur berbagai kebutuhan operasional agar aktivitas tambang tetap berjalan,” ujarnya.

Menurut sumber tersebut, keberadaan tambang ilegal itu sebenarnya bukan hal yang sulit ditemukan. Lokasinya berada tidak jauh dari Jalan Poros yang menghubungkan Kawan Batu dengan Kuayan, jalur yang setiap hari dilalui masyarakat menuju Kota Sampit.

“Lokasinya cukup terbuka dan berada di jalur yang ramai dilintasi warga. Karena itu masyarakat mempertanyakan jika aktivitas seperti ini seolah terus berlangsung tanpa hambatan,” katanya.

Maraknya PETI di kawasan tersebut juga menimbulkan kekhawatiran masyarakat terkait dampak lingkungan yang ditimbulkan. Warga mengaku kondisi sungai yang sebelumnya menjadi sumber mata pencaharian nelayan dan kebutuhan sehari-hari kini mulai berubah.

Air sungai yang dulunya jernih disebut semakin keruh akibat aktivitas pengerukan tanah di sekitar daerah aliran sungai. Selain mengganggu ekosistem perairan, kondisi itu juga berdampak terhadap hasil tangkapan ikan yang menjadi sumber penghasilan sebagian warga.

baca juga ...  Mako Damkar Kotim Gelar Simulasi Pemadaman Kebakaran Bangunan, Ini Tujuannya

“Dulu banyak warga yang menggantungkan hidup dari sungai. Sekarang airnya sering keruh dan ikan semakin sulit didapat,” ungkap seorang warga setempat.

Masyarakat berharap aparat penegak dan instansi terkait dapat melakukan langkah tegas untuk menindak aktivitas PETI yang masih berlangsung. Selain berpotensi merugikan negara, aktivitas tambang tanpa izin juga dinilai mengancam kelestarian lingkungan serta keselamatan masyarakat di sekitar lokasi.

Belum lama ini pada 19 Mei lalu, Kapolsek Mentaya Hulu Ipda Singgih Teguh Prasetyo bersama personelnya melakukan patroli penertiban parkir sekaligus sosialisasi kepada para penambang emas ilegal di kawasan tersebut. Polisi memasang spanduk imbauan dan meminta warga menghentikan mesin penggerak karena merusak ekosistem serta membahayakan keselamatan jiwa.

(Jimmy)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!