Kebutuhan Dasar Terganggu, DPRD Kalteng Minta Pemprov Penuhi Kebutuhan Dasar Warga

SYAUQI/BERITA SAMPIT - Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi.

Wakil Ketua (Waket) III DPRD (Kalteng), Junaidi, menyoroti sejumlah pelayanan publik pada sektor krusial yang saat ini dinilai masih terganggu. Ia mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng untuk memprioritaskan pemenuhan empat kebutuhan dasar masyarakat Bumi Tambun Bungai.

​Menurut Junaidi, sektor-sektor esensial seperti pendidikan, , infrastruktur, hingga perekonomian daerah saat ini masih menyisakan banyak pekerjaan rumah (PR) besar yang harus segera dibenahi bersama.

“Kita sama-sama tau kan bahwa kebutuhan dasar kita ada terganggu, kan bidang pendidikan, bidang bidang infrastruktur apalagi bidang ekonomi. Artinya banyak PR yang memang harus kita benahi bersama dalam rangka apa, minimal memenuhi empat hal dasar kebutuhan masyarakat Kalteng, dan itu yang harus kita benahi sekarang,” ujar Junaidi, Kamis, 25 Juni 2026.

Politisi Fraksi Demokrat ini menekankan bahwa pemerintah daerah harus fokus menyelesaikan persoalan riil di tingkat lokal terlebih dahulu sebelum mengalihkan perhatian pada kebijakan eksternal lainnya. Baginya, pemenuhan hak-hak dasar masyarakat Kalteng merupakan prioritas utama yang tidak bisa ditunda.


“Kalau masalah lain kebijakan pusat kan kita ikut aja. Cuman harapannya kebutuhan masyarakat Kalteng itu yang harus kita penuhi semua dulu dan ini menjadi koreksi kita bersama,” tuturnya.

Lebih lanjut, Junaidi mencontohkan beberapa persoalan nyata yang kerap dikeluhkan oleh masyarakat di lapangan, mulai dari kondisi infrastruktur yang buruk hingga tingginya angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

“Kan banyak ribut jalan-nya yang rusak, bolong-bolong, PHK dimana-mana dan pengangguran. Kita suka tidak suka naik kan anggkanya,” jelasnya.

​Ia mengingatkan, melonjaknya angka pengangguran secara otomatis akan berdampak lurus pada meningkatnya angka kemiskinan akibat minimnya peluang dan lapangan pekerjaan yang tersedia bagi masyarakat.

“Selama tingkat pengangguran bertambah, kemudian peluang pekerjaan berkurang, angka kemiskinan pasti bertambah. Tidak mungkin tidak bekerja jadi kaya.
Kemudian sektor-sektor bagaimana kita memenuhi bidang ekonomi, salah satu sektornya bagimana masyarakat kita bekerja itu harus menjadi pemikiran kita bersama,” pungkasnya.

(Syauqi)

baca juga ...  Baru Separuh Kewajiban Plasma Terealisasi di Kalteng, Siti Nafsiah: Angka 52,66% Harus Ditingkatkan
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!