PALANGKA RAYA – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Bambang Irawan, mengkritik keras kebijakan pemadaman listrik bergilir oleh PT PLN akibat gangguan teknis pada salah satu Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di Kalimantan. Menurutnya, alasan pemadaman yang disama-samakan dengan kondisi wilayah di Pulau Jawa tidak dapat diterima secara logis.
”Kalau secara logika, menurut saya itu tidak masuk akal. Kalimantan memiliki sistem suplai listrik sendiri, mesin sendiri, dan sumber daya sendiri. Suplai dan permintaannya juga berbeda. Jadi, jangan sampai alasan seperti itu dijadikan pembenaran,” tegas Bambang, Jumat, 28 Juni 2026.
Ia menilai pemadaman bergilir yang dilakukan tanpa sosialisasi memadai telah menimbulkan dampak serius bagi masyarakat. Terutama bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sangat bergantung pada pasokan kelistrikan.
Bambang menambahkan, jadwal pemadaman seharusnya diumumkan jauh-jauh hari agar masyarakat memiliki waktu untuk melakukan antisipasi. Namun yang terjadi di lapangan, banyak warga yang mengaku tidak tahu mengenai adanya edaran pemadaman tersebut.
”Akibatnya, pelaku usaha rumah tangga, UMKM, bahkan peternak mengalami kerugian karena aktivitas ekonomi mereka mendadak terganggu saat listrik padam,” ujarnya.
Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa PLN harus meningkatkan profesionalisme dalam menyusun perencanaan dan mengedepankan pelayanan optimal kepada pelanggan. Sektor ekonomi kecil yang sedang berjuang meningkatkan taraf hidup jangan sampai menjadi korban akibat pelayanan kelistrikan yang tidak maksimal.
Ia pun mendesak PLN untuk segera merampungkan perbaikan gangguan teknis tersebut. Terlebih, masyarakat selama ini telah memenuhi kewajiban mereka sebagai konsumen dengan membayar tagihan tepat waktu.
”Masyarakat membayar listrik tepat waktu. Bahkan, kalau lewat dari tanggal jatuh tempo bisa dikenakan sanksi. Karena itu, PLN harus benar-benar hadir untuk menunjang kebutuhan masyarakat, bukan justru menambah beban mereka,” pungkasnya.
Sebagai informasi, pemadaman listrik bergilir melanda sejumlah wilayah Kalteng dalam beberapa hari terakhir akibat gangguan sistem pembangkit, sehingga pasokan listrik terpaksa diatur bergantian demi menjaga keandalan jaringan kelistrikan.
(Syauqi)












