RSDM Bangkit dari Ketertinggalan, Taklukkan Putra Baru FC Lewat Adu Penalti,

NARDI/BERITASAMPIT - Pemain RSDM dan Putra Baru FC berebut bola pada laga babak perempat final Turnamen HNR Cup 2 di Stadion 29 Nopember Sampit.

SAMPIT – Tim RSDM (Rumah Sakit dr Murjani) memastikan langkah ke babak semifinal Turnamen HNR Cup 2 setelah menyingkirkan Putra Baru FC melalui drama adu penalti pada laga perempat final di Stadion 29 Nopember Sampit, Rabu,

Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Putra Baru FC berhasil membuka keunggulan lebih dahulu pada babak pertama. Tertinggal satu gol, RSDM terus berupaya membangun serangan dan mencari celah untuk menyamakan kedudukan, namun hingga turun minum belum membuahkan hasil.

Memasuki babak kedua, RSDM meningkatkan intensitas serangan. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil melalui tendangan bebas yang dieksekusi dengan baik oleh pemain bernomor punggung 88, Fajri Maulana. Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-1.

Setelah skor imbang, kedua tim saling melancarkan serangan demi mencetak gol kemenangan, peluang demi peluang gagal dimanfaatkan kedua tim. RSDM bahkan sempat mencetak gol pada masa tambahan waktu tiga menit, namun wasit menganulirnya karena pemain berada dalam posisi offside.

Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan sehingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

Dalam babak tos-tosan, RSDM tampil sempurna. Satu persatu para pemain kedua tim mencetak gol, namun eksekutor kelima dari Putra Baru gagal, sementara dari RSDM berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.

RSDM akhirnya memenangkan adu penalti dengan skor 5-4 dan berhak mengamankan satu tiket ke babak semifinal HNR Cup 2.

Keberhasilan tersebut menjaga asa RSDM untuk mempertahankan gelar juara yang diraih pada edisi sebelumnya. Lawan RSDM di babak semifinal Tegar FC A.

Manajer Tim RSDM, Setia Rahmadi, mengaku pertandingan melawan Putra Baru FC menjadi salah satu laga paling menegangkan yang dijalani timnya di HNR Cup 2.

“Kamis sudah tidak bisa berkata-kata lagi melihat pertandingan ini karena memang sangat menegangkan bagi kami. Kami sempat tertinggal sehingga cukup kaget dan berada di bawah tekanan,” ujarnya.

Namun mereka sangat bersyukur bisa menyamakan kedudukan, meski belum mampu unggul hingga pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti.

Menurut Adi, RSDM sebenarnya memiliki beberapa peluang emas yang seharusnya dapat dikonversi menjadi gol kemenangan pada waktu normal, namun hal itu yang menjadi evaluasi bagi tim.

“Tentunya hal ini menjadi evaluasi kami untuk menghadapi semifinal,” katanya.

Ia juga mengungkapkan kondisi tim belum tampil dengan kekuatan penuh karena beberapa pemain harus absen, baik karena akumulasi kartu maupun sakit.

Menghadapi babak semifinal, ia menegaskan RSDM akan lebih dulu mempelajari calon lawan untuk menyusun strategi yang tepat. Selain itu, pemulihan kondisi fisik para pemain menjadi perhatian utama mengingat jadwal pertandingan yang cukup padat.

“Yang tidak kalah penting adalah pemulihan pemain karena kami kembali bertanding pada 3 Juli. Fokus kami sekarang adalah recovery dan mengembalikan stamina pemain agar siap bertanding. Kami optimistis dan akan berjuang semaksimal mungkin,” tegasnya. (Nardi)

baca juga ...  Kades di Kotim Jarang Ngantor, Patut Dicurigai Pengguna Narkoba
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!