PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, mengatakan Huma Betang Night (HBN) tidak hanya menjadi ajang pelestarian kearifan lokal, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.
Hal itu disampaikan Agustiar saat membuka Huma Betang Night dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, Sabtu malam, 4 Juli 2026.
Menurutnya, Huma Betang Night menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi Kalteng untuk menjaga budaya daerah sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha dan ekonomi kreatif.
“Huma Betang Night ini tujuan kami tidak lain untuk melestarikan kearifan lokal,” ujarnya.
Selain itu, Agustiar berharap kegiatan tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di Kota Palangka Raya.
“Untuk menggeliatkan perekonomian yang ada di Kalteng, khususnya di Kota Palangka Raya,” lanjutnya.
Ia menegaskan Huma Betang Night tidak hanya akan digelar di Palangka Raya, tetapi juga akan dilaksanakan secara bergilir di seluruh kabupaten di Kalimantan Tengah.
“Nanti kami akan keliling ke seluruh kabupaten di Kalteng, tidak hanya Palangka Raya, supaya berkeadilan,” tegasnya.
Menurut Agustiar, pemerataan pembangunan dan kegiatan daerah menjadi komitmen pemerintah provinsi karena pelayanan harus dirasakan seluruh masyarakat di Kalimantan Tengah.
“Karena kami bukan Gubernur Palangka Raya, kami Gubernur 13 kabupaten dan satu kota di Kalimantan Tengah,” pungkasnya.
(Sya'ban)












