Lebih dari 3.000 Hektare Lahan di Kalteng Hangus Dilalap Karhutla

IST/BERITASAMPIT - Ilustrasi.

– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di (Kalteng) menghanguskan 3.069,52 hektare lahan sepanjang 1 Januari hingga 19 Juli 2026. Pada periode yang sama, tercatat 2.844 titik panas (hotspot) dan 563 kejadian karhutla.

Kepala Pelaksana BPB-PK Kalteng, Ahmad Toyib, mengatakan berdasarkan data Pusdalops PB Kalteng yang dihimpun dari laporan kabupaten dan kota, luas lahan terbakar secara akumulatif mencapai 852,58 hektare.

Meski demikian, hasil verifikasi menggunakan citra satelit dan ground check Manggala Agni menunjukkan luas wilayah terdampak kebakaran telah mencapai 3.069,52 hektare.

“Total luasan wilayah yang terdampak kebakaran sebenarnya telah menembus 3.069,52 hektare,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa, 21 Juli 2026.

Menurut Toyib, peningkatan kejadian karhutla dipicu kondisi cuaca kering yang mulai merata di sebagian besar wilayah Kalteng.

Meski penanganan terus dioptimalkan dengan dukungan 94 personel gabungan dan empat unit helikopter water bombing, kondisi geografis serta cepatnya rambatan api masih menjadi tantangan utama.

Ia menyebut konsentrasi hotspot tertinggi berada di Kabupaten Timur sebanyak 401 titik, disusul 374 titik, 365 titik, dan 356 titik.

“Kami melihat pergerakan api sangat cepat akibat vegetasi lahan yang mulai mengering. Seluruh satgas, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, diinstruksikan mempertahankan status siaga penuh,” katanya.

Toyib menambahkan, dari sisi penanganan kebakaran, Kota mencatat jumlah kejadian terbanyak, yakni 199 kali. Sementara Kabupaten Timur menangani 96 kejadian dengan luas lahan terbakar mencapai 188 hektare.

Adapun luasan kebakaran terbesar tercatat di Kabupaten , yakni 138,2 hektare dari 237 titik panas yang terpantau.

“Di tengah kepungan titik api tersebut, kami memastikan dampak terhadap masyarakat hingga saat ini masih berada dalam batas aman,” pungkasnya.

(Sya'ban)

baca juga ...  Safari Ramadan Jadi Ajang Serap Aspirasi, Gubernur Agustiar Dorong Kolaborasi Bangun Kalteng
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!