PANGKALAN BUN – Masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar) mengeluhkan semakin surutnya air sumur gali bahkan kekeringan menyusul kemarau yang semakin ekstrim.
Pantauan Berita Sampit, sumur warga yang mengalami kekeringan terjadi di Desa Pasir Panjang dan beberapa lokasi perumahan padat penduduk di Beringin Rindang, Kemuning , Akasia, Pinang Merah.
“Selama lima hari sudah habis 50 galon air mineral isi ulang, untuk mengisi bak mandi, karena sumur gali dalam rumah surut,” kata Ilham, warga Beringin Rindang, Sabtu 1 Agustus 2026.
Pada hari yang sama, BPBD, PDAM dan PUPR Kobar saat dikonfirmasi Berita Sampit, sepakat akan membentuk Tim Terpadu dalam rangka mengantisipasi darurat air bersih.
“Kami siap koordinasi dengan sejumlah dinas terkait, seperti PUPR dan PDAM, membentuk tim untuk mengantisipasi keluhan warga yang sangat membutuhkan air bersih,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kobar, Samuel.
Menurut Samuel, terkait dengan darurat air bersih akibat kemarau, sebelumnya BPBD juga sudah mensosialisasikan kepada masyarakat.
“Juga kami mengimbau melalui RT, RW, Lurah, Kades dan aparatnya, segera melaporkan lokasinya apa bila yang rawan air bersih. Tujuannya nanti untuk mendata pengiriman air bersih melalui truk tangki PDAM,” ujar Samuel.
Dirut Perumdam Tirta Arut Kabupaten Kobar, Sapriansyah dan Kadis PUPR Kobar Suryadi, dikonfirmasi Berita Sampit mengatakan, terkait dengan keluhan masyarakat kekurangan air bersih akibat sumur gali masyarakat sudah banyak yang kering, masing masing pihaknya siap mengikuti arahan dari BPBD Kabupaten Kobar. (man)












