SAMPIT – Sebuah excavator yang disebut sebagai aset Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terbakar di wilayah Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara. Peristiwa tersebut terjadi saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan sekitar.
Kepala Desa Ramban, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Untung, membenarkan bahwa alat berat yang terbakar tersebut merupakan milik pemerintah daerah.
“Iya, benar excavator itu milik Pemda. Tapi kita belum tahu apakah itu terbakar atau dibakar,” kata Untung.
Menurutnya, excavator tersebut sebelumnya dipinjamkan kepada warga untuk digunakan di lokasi. Biasanya, alat berat itu juga dijaga oleh warga selama berada di tempat tersebut.
“Alat itu ada warga yang pinjam dan biasanya ada yang jaga,” ujarnya.
Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab excavator tersebut terbakar. Belum ada kepastian apakah api berasal dari karhutla yang merambat ke lokasi alat berat atau terdapat faktor lain yang menyebabkan excavator terbakar.
Dalam video yang beredar, terlihat api membakar bagian excavator dengan kepulan asap cukup tebal. Vegetasi di sekitar alat berat juga tampak ikut terbakar.
Kondisi tersebut terjadi ketika karhutla tengah melanda kawasan Bagendang. Meski demikian, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang yang memastikan penyebab kebakaran maupun kemungkinan adanya unsur kesengajaan.
Apabila ditemukan indikasi bahwa excavator sengaja dibakar, tentu hal tersebut menjadi persoalan berbeda mengingat alat berat tersebut disebut sebagai aset pemerintah daerah.
Untuk memastikan penyebabnya, diperlukan pemeriksaan di lokasi serta keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui keberadaan excavator sebelum kejadian.
Sampai berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti apakah excavator tersebut terbakar akibat karhutla atau sengaja dibakar. Penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang.
(Jimmy)












