Antrean BBM Mengular di Tengah Kabut Asap, DPRD Soroti Dampaknya bagi Masyarakat

IST/BERITASAMPIT -Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di SPBU Simpang Bangkal dengan nomor 65.742.002.

KUALA PEMBUANG – Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di SPBU Simpang Bangkal dengan nomor 65.742.002 kembali menjadi sorotan. Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari anggota DPRD Kabupaten dari Fraksi PDI Perjuangan, Subani, yang menilai persoalan BBM semakin menambah beban masyarakat di tengah situasi sulit akibat kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan.

Subani mengatakan, masyarakat saat ini tidak hanya harus menghadapi kepungan asap dan dampak kekeringan, tetapi juga dihadapkan pada kesulitan memperoleh BBM. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan keresahan apabila tidak segera mendapat perhatian dari pihak terkait. “Masyarakat di tengah kepungan asap bencana kebakaran dan kekeringan ditambah susahnya mendapatkan BBM akan sangat membebani masyarakat dan dikhawatirkan akan berdampak pada Kamtibmas,” kata Subani, Sabtu 15 Agustus 2026.

Ia menyayangkan kondisi tersebut terjadi pada momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurutnya, suasana kemerdekaan semestinya menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenang jasa para pahlawan dan menikmati perayaan dengan tenang, bukan justru disibukkan dengan persoalan untuk mendapatkan kebutuhan dasar seperti BBM.

Subani menilai antrean panjang di SPBU Simpang Bangkal bukan lagi pemandangan yang terjadi sesekali. Kondisi tersebut, kata dia, seolah telah menjadi rutinitas yang terus berulang dan membuat masyarakat harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM subsidi.

“Ini tentu menjadi perhatian kita bersama. Jangan sampai masyarakat yang sudah menghadapi kondisi sulit karena asap dan kekeringan kembali dibebani dengan persoalan BBM,” ujarnya.

Karena itu, Subani mendorong adanya langkah konkret dari pemerintah daerah bersama pihak terkait untuk mencari solusi atas persoalan tersebut. Ia berharap ketersediaan dan penyaluran BBM subsidi dapat lebih tertata sehingga masyarakat tidak terus-menerus dihadapkan pada antrean panjang yang berpotensi memicu keresahan di tengah kondisi Kabupaten yang sedang menghadapi berbagai tantangan.

baca juga ...  Sugian Noor Sebut Musrenbang Sebagai Landasan RKPD

(ASY)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!