Editor : Irfan
PANGKALAN BUN – Dalam rangka mendongkrak perekonomian melalui pertanian dalam arti luas, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Kotawaringin Barat akan membuka lahan untuk Pojok Adopsi Holtikultura.
Menurut Kepala DTPHP Kobar Ir H Kamaludin, rencana dibukanya lahan pojok adopsi tersebut setelah pihaknya berhasil membuka pojok holtikultura yang berdampak menggeliatnya kembali sektor pertanian bagi masyarakat. Dan tahun ini akan membuka pojok Adopsi Holtikultura tersebut.
“Pojok Adopsi Holtikultura ini merupakan kawasan pertanian yang terintegrasi dengan wisata, lahannya sudah disiapkan kurang lebih 2 hektare di Desa Kubu Kecamatan Kumai,” ujar Kamaludin kepada beritasampit.co.id, Rabu (23/1/2019).
Kamaludin pun menjelaskan, konsep pojok Adopsi Holtikultura itu nantinya akan melibatkan turis mancanegara, dimana setiap turis mancanegara akan menanam pohon penghasil buah, kemudian dirawat oleh kelompok tani dan hasil buahnya menjadi milik turis itu sendiri.
“Pertanian terintegrasi dengan wisata, setiap turis nantinya bisa membeli tanaman dan ditanam sendiri dan hasilnya menjadi hak milik turis itu mengenai hasilnya saat panen bisa di nikmati oleh turis itu yang telah mengadopsi tanaman itu ataupun disumbangkan untuk makan orangutan,” ujar Kamaludin.
Dia menambahkan, tanaman yang akan ditanam jenis buah-buahan, dimana setiap turis yang akan mengadopsi itu harus bayar. Menurutnya ini akan menarik karena para wisatawan bisa langsung bercocok tanam dan kawasan pojok Adopsi Holtikultura itu sebagai objek wisata yang sangat menyenangkan.
“Pojok holtikultura maupun pojok Adopsi Holtikultura sebagai upaya percepatan kesejahteraan masyarakat dari sektor pertanian. Alhamdulillah saat ini masyarakat pun makin giat menanam hal itu di buktikan saat ini harga sayur mayur di pasar stabil, karena saat ini mulai banyak di kembangkan oleh masyarakat kita, sekarang kita mau kembali mengintegrasikan pertanian dengan wisata,” ucapnya.
Lanjut Kamaludin, Pojok Adopsi Holtikultura adalah program yang sejalan dengan program prioritas pembangunan Kobar, dimana sektor pertanian dalam arti luas dan sektor pariwisata menjadi skala prioritas.
“Program pojok Adopsi Holtikultura ini belum ada yang menetapkan di daerah mana pun, jika ini berhasil dan mampu mendongkrak perekonomian petani maka Kobar sebagai pionir,” pungkasnya.
(man/beritasampit.co.id)












