Pembukaan Masa Sidang IV, Ketua DPR: Demokrasi Adalah Adu Visi Bukan Caci Maki

Editor: A Uga Gara

JAKARTA– Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menggelar Rapat Paripurna Pembukaan Masa Sidang IV tahun 2018- 2019, di Gedung Nusantara I, Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Senin, (3/3/2019).

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) dalam pidato mengatakan, bahwa masa persidangan IV tahun 2018-2019 akan berlangsung singkat, karena bangsa Indonesia akan memasuki hari pemungutan suara Pileg dan Pilpres pada 17 April 2019 mendatang.

“Demokrasi adalah Adu Visi bukan caci maki. Sebagai wakil rakyat kita harus bekerja secara profesional dengan penuh dedikasi kepada bangsa dan negara,” tutur Bamsoet.

Ditengah semakin memanasnya suhu jelang pemilu 2019 yang tinggal beberapa hari lagi akan dihelat, Bamsoet meminta kepada para anggota dewan dan semua elemen bangsa untuk menjadikan Pemilihan Umum (pemilu) 2019 sebagai pintu gerbang menuju kemajuan dan kejayaan bangsa.

“Kalau kita sukses untuk kesekian kalinya melaksanakan Pemilu secara damai, maka Indonesia akan menjadi pendatang baru sebagai kampiun demokrasi di dunia,” tandasnya.

Karena itu, Bamsoet berharap, Pemilu harus dijadikan sebagai persaingan ide dan gagasan, adu visi dan program, serta lomba kecerdasan dan strategi, guna meraih simpati dan dukungan dari rakyat Indonesia.

“Mari jauhkan pemilu dari pertentangan dan permusuhan, karena itu dapat memporak porandakan persatuan dan kesatuan . Apalagi sampai merobek-robek kebhinekaan kita sebagai bangsa. Ideologi Pancasila dan NKRI adalah harga mati yang harus kita pertahankan sampai titik darah penghabisan. Sekali lagi, demokrasi adalah adu visi bukan caci maki,” pungkas Bambang Soesatyo.

(dis/beritasampit.co.id)

baca juga ...  Kepedulian Masyatakat Terhadap Sampah Masih Kurang
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!