Editor: Irfan
SAMPIT – Keluhan seluruh kepala sekolah jenjang SD dan SMP terkait lambatnya pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk triwulan pertama, akhirnya direspon cepat oleh dinas pendidikan. Bahkan, dana tersebut dijanjikan sudah dicairkan sejak hari ini, Rabu (20/3/2019).
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kotim Suparmadi mengatakan, berdasarkan informasi dari Disdik Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dana BOS SD dan SMP sudah dicairkan hari ini.
“Kami sampaikan bahwa dana BOS SD, SMP se Kalimantan Tengah sudah disalurkan mulai hari ini,” ujarnya menyampaikan pesan mwhatsapp (WA) Kepala Disdik Kalteng.
Dalam pesan WA itu juga, lanjut Suparmadi, Kepala Disdik Kalteng menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh kepala SD dan SMP se Kalteng atas keterlambatan penyaluran dana BOS triwulan pertama.
“Dinas pendidikan memohon maaf karena ada sedikit keterlambatan dikarenakan ada perbaikan data sekolah penerima,” ujarnya melalui pesan WA yang diterima kemarin malam.
Mengenai penyaluran dana BOS SD dan SMP, lanjutnya, sudah bisa diambil langsung ke bank yang sudah ditunjuk oleh pemerintah yakni melalui Bank Kalteng.
Sebelumnya, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD Hasien Kecamatan Mentawa Baru (MB) Ketapang Wates Salem mengatakan, sekolah kesulitan dalam menjalankan program yang sudah dirancang karena BOS belum dicairkan.
“Mudah-mudahan hal ini menjadi perhatian Kepala Disdik Kabupaten Kotim. Kami selalu bersabar dan menunggu. Mudah-mudahan kesabaran yang selalu menunggu ini jangan terulang lagi pada triwulan kedua dan seterusnya,” ucapnya pada acara sosialisasi program kerja Disdik Kabupaten Kotim di Kecamatan MB Ketapang tahun 2019 bertempat di gedung Wanita Sampit, Selasa (19/3/2019).
Wates menguraikan, ada beberapa dampak yang harus ditanggung oleh sekolah akibat belum dicairkan BOS. Misalnya, kepala sekolah akan mencari pinjaman uang untuk menutupi seluruh biaya operasional sekolah.
Selain itu, membayar gaji honorer yang didanai melalui BOS, menyelenggarakan ujian sekolah, tryout (uji coba) bahkan mengikuti olimpiade baik tingkat kecamatan maupun kabupaten.
(arifin/beritasampit.co.id)












