Editor: A Uga Gara
BUNTOK-Bupati Barito Selatan (Barsel) H Eddy Raya Samsuri berharap, peristiwa tertabraknya fender pengaman Jembatan Kalahien oleh kapal tongkang Indo Jaya Trans Samudera 3006 yang bermuatan batubara sebanyak 754,542 metrik ton, milik PT Asmin Baronang tidak terulang kembali.
Peristiwa tertabraknya fender Jembatam Kalahien tersebut terjadi pada tanggal 30 April lalu dan Pemerintah Daerah Barsel bersama dengan pihak terkait telah melakukan koordinasi dan cek langsung kelapangan untuk mengetahui kronologis kejadiannya.
“Dari hasil cek lokasi tempat kejadian perkara telah dibuatkan berita acaranya untuk kita laporkan kepada Bapak Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran, pihak PUPR Provinsi Kalteng dan Dinas Perhubungan Provinsi Kalteng,” jelas Eddy, Kamis (2/5/2019).
“Kedepan kita harapkan, insiden seperti ini tidak terulang kembali yang disebabkan oleh kelalaian (human error),” timpal politisi Partai Golkar ini.
Eddy menambahkan, untuk mengantisipasi insiden yang sama akan ada asiss pemandu dari pihak Perusahaan Daerah (Perusda) Barsel dan Provinsi yang akan memandu demi keamanan serta keselamatan pengguna transportasi air.
Untuk meminta pertanggungjawaban dari pihak perusahaan, oleh Kepolisian setempat, Kapal Tongkang Indo Jaya Trans Samudera 3006′ beserta kapal toung boat (penarik kapal tongkang) TB ITS bernama lambung Diamond termasuk Kapten Kapal Edi Susanto ditahan sementara guna dimintai keterangnya.
“Jiika dalam permasalahan ini akan ada pihak yang dinyatakan bersalah, maka merekalah yang kita mintai untuk bertanggung jawab akan insiden ini,” tegas Eddy.
(ded/beritasampit.co.id)












