September 2019, Daging Ayam Ras Sumbang Deflasi di Kalteng

– Provinsi (Kalteng) tercatat sebagai Provinsi yang mengalami deflasi tinggi yakni menempati peringkat ketiga se- Kalimantan pada bulan September 2019 dengan angka deflasi sebesar 0,07 persen.

Hal tersebut disampaikan Wakil Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalteng, Setian pada press release TPID yang dilaksanakan di ruang rapat asisten Setda Kalteng, komplek kantor Gubernur setempat, pada Rabu (2/10/2019).

Adapun komoditas utama yang turut andil dalam memicu deflasi di Kalteng diantaranya adalah daging ayam ras, bawang merah dan semangka. Sementara itu untuk komoditas penyebab inflasi di Kalteng yakni ikan gabus, emas perhiasan, sekolah menengah atas, taman kanak-kanak dan lemari hias/buffet.

Terkait hal tersebut menurut Setian bahwa untuk bulan Oktober 2019 pihaknya akan terus melakukan pemantauan harga pasar, mengendalikan ekspetasi masyarakat dengan mengadakan press release.

Selain itu pihaknya juga akan menjaga ketersediaan stok dan kelancaran distribusi khususnya komoditas yang didatangkan dari luar daerah serta peningkatan kualitas atas pemanfaatan kolam penyangga, kandang penyangga dan pasar penyeimbang untuk menjaga kestabilan harga dan melakukan program supply chain daging ayam segar beku.

Selanjutnya dia juga mengatakan bahwa stok bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, daging kerbau beku untuk wilayah Kalteng masih terjaga dan aman hingga beberapa bulan kedepan.

(apr/beritasampit.co.id)

baca juga ...  OJK Kalteng Gelar Inkubasi Desa EKI di Sukamara, Dorong Akses Keuangan Inklusif Berbasis Potensi Lokal
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer
error: Content is protected !!