SAMPIT – Sebanyak 19 sekolah di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ditetapkan menjadi sasaran program makan bergizi gratis (MBG) tahap awal yang dimulai pada 3 Februari 2025.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi peserta didik di semua jenjang pendidikan, termasuk TK, SD, SMP, SMA, Madrasah, pondok pesantren, dan Sekolah Luar Biasa (SLB).
Camat MB Ketapang Irpansyah menyampaikan dalam rapat koordinasi MBG bahwa program ini diutamakan untuk sekolah yang siswanya banyak memerlukan bantuan makanan bergizi.
Diketahui Kecamatan Mentawa Baru Ketapang menjadi lokasi pelaksanaan perdana MGB karena vendor makanan atau dapur umum berada di Jalan Jeruk 1 dan lokasi sasaran maksimal dalam radius 6 km dari dapur umum.
Hal ini untuk memastikan makanan tiba di sekolah dalam keadaan segar dan tidak melebihi waktu penyajian 30 menit, sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional.
Pemilihan sekolah tersebut sudah melalui koordinasi dengan berbagai pihak yaotuu pemerintah kabupaten, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, dan Badan Gizi Nasional.
Berikut 19 sekolah penerima program makan bergizi gratis tahap awal:
- TK Pertiwi 1 Sampit – 15 peserta didik
- TK Negeri Pembina Sampit – 65 peserta didik
- TK Muslimat NU – 59 peserta didik
- SD Negeri 1 Mentawa Baru Hulu – 155 peserta didik
- SD Negeri 4 Mentawa Baru Hulu – 342 peserta didik
- SD Negeri 12 Mentawa Baru Hulu – 79 peserta didik
- SMP Muhammadiyah Sampit – 28 peserta didik
- SMK Negeri 4 Sampit – 558 peserta didik
- KB Nurul Iman – 42 peserta didik
- SD Negeri 2 Mentawa Baru Hilir – 393 peserta didik
- SD Muhammadiyah Sampit – 254 peserta didik
- SLBN 3 Sampit – 53 peserta didik
- MIS Nurul Ummah – 144 peserta didik
- MTS Nurul Ummah – 65 peserta didik
- MA Nurul Ummah – 25 peserta didik
- RA Islamiyah – 65 peserta didik
- SD Negeri 1 Sawahan – 234 peserta didik
- SD Negeri 3 Sawahan – 120 peserta didik
- Pondok Pesantren Nurul Jannah – 166 peserta didik
Dari 19 sekolah ini total jumlah peserta didik sebanyak 3.042 orang. Sementara vendor dapur umum yang dikelola Heru menyatakan siap menyajikan hingga 3.500 porsi per hari, termasuk untuk ibu hamil dan menyusui.
Sebelumnnya Pj Sekda Kotim, Sanggul Lumban Gaol, berharap ke depannya vendor lain yang ingin terlibat dapat membangun dapur umum di lokasi berbeda agar jangkauan program lebih luas. Masyarakat bisa menjadi vendor dengan mengakses website Badan Gizi Nasional.
“Kami sudah siapkan lahan kosong di setiap kecamatan untuk pembangunan dapur umum, termasuk area pertanian yang mampu mensuplai bahan makanan segar seperti sayuran,” katanya.
Perwakilan Badan Gizi Nasional, Maulina, menekankan pentingnya kualitas makanan tetap terjaga hingga diterima peserta didik.
“Makanan harus tiba dalam waktu kurang dari 30 menit untuk menjaga nilai gizinya,” jelasnya.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mengatasi masalah gizi di Kotim, sekaligus mendukung pemberantasan stunting dan meningkatkan kualitas pendidikan.
(nardi)












