SAMPIT – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 11 Baamang Tengah menghadapi kendala infrastruktur dengan tiga ruang belajar dalam kondisi rusak parah. Kerusakan tersebut meliputi dinding yang retak, lantai yang mulai rapuh, serta atap yang sudah tidak layak.
Kepala SDN 11 Baamang Tengah, Lilie, mengungkapkan bahwa gedung yang mengalami kerusakan merupakan bangunan lama yang belum mendapat perawatan optimal. Sejauh ini, perbaikan dilakukan secara swadaya oleh pihak sekolah, dengan mengandalkan dana dari orang tua siswa serta sumbangan dari guru-guru.
Pihak sekolah berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah agar ruang belajar yang rusak segera diperbaiki demi kenyamanan dan keselamatan siswa saat belajar.
“Kami melakukan perbaikan dengan dana seadanya sehingga hasilnya kurang maksimal,” kata Lilie, Jumat 14 Februari 2025.

Sebuah bangunan sekolah yang telah berdiri sejak tahun 2000 hingga kini belum pernah mengalami pembaruan. Meskipun pihak sekolah telah beberapa kali mengajukan proposal renovasi untuk beberapa ruangan, hingga saat ini upaya tersebut belum membuahkan hasil.
“Kami sudah mengajukan proposal ke Dinas Pendidikan untuk melakukan peremajaan gedung sekolah namun sampai saat ini belum terealisasi,” ungkapnya Lilie.
Lilie juga mengungkapkan di samping gedung sekolah yang menjadi perhatiannya saat ini, juga ruangan belajar masih kurang yang mengakibatkan perpustakaan sudah dialihfungsikan menjadi kelas untuk aktivitas belajar.
“Dengan kondisi seperti ini, saya berharap pemerintah daerah dapat melakukan perbaikan ruang belajar sekolah kami,” demikiannya.
(Sattar)












