SAMPIT –
Ta yang dituding oleh Elia saudara dari seorang anak di bawah umur di Sampit yang diduga telah menjual adiknya ke pria hidung belang di Palangka Raya membantah tudingan tersebut.
Saat memberikan klarifikasi, Ta menjelaskan sejumlah fakta karena menurutnya apa yang ditudingkan oleh Elia terhadap Ta dan Ce sama sekali tidak benar adanya.
“Awalnya memang saya langganan ke kedai Elia, lalu saya memang minta carikan seorang karyawan untuk menemani saudara Ce saya di Palangka Raya karena yang sering membantunya menjaga rumah itu sedang pulang kampung,” ungkap Ta di Sampit, Selasa 4 Maret 2025.
Menurut Ta, dirinya masih menyimpan bukti komunikasi via Whatsapp dengan Elia di ponsel miliknya bahwa yang meminta adiknya bekerja ikut itu adalah Elia sendiri.
“Bukti chatnya ada, dia sendiri yang meminta adiknya untuk dibawa bekerja. Kami bingung setelah mendapat kabar ini bahwa dia hamil, karena awalnya adiknya itu dijemput ke Palangka Raya perihal adiknya tidak memakai hijab,” bebernya.
Padahal kata Ta, tidak memakai hijab adalah kemauan adiknya sendiri dan pihaknya tidak pernah sama sekali mengatur pakaian dari adiknya dan hanya tahu untuk mengurus di rumah Ce saja.
Pihaknya membantah tudingan Elia terhadap keluarganya, dirinya mempersilakan Elia melaporkan keluarganya, karena mereka merasa memiliki bukti yang cukup kuat.
“Silakan laporkan, kami memiliki bukti dan bagaimana sifat adiknya itu Elia tahu sendiri seperti apa, bahkan setelah dijemput di Palangka Raya adiknya sempat dipulangkan kembali ke Jawa dan mengancam kami serta meminta uang kepada kami,” jelas Ta.
Menurut pengatahuannya, adik Elia telah bertunangan sejak di pesantren di Jawa dan dikeluarkan karena ketahuan berhubungan intim, sehingga dirinya siap menuntut balik apabila tudingan itu tidak terbukti.
Ta menambahkan bahwa waktu saat kejadian Elia menjemput adiknya pulang dari Palangka Raya mengakibatkan keributan sampai ada tindak pemukulan terhadap adiknya sendiri di rumah Ta di Kecamatan Baamamg, Sampit, Kotawaringin Timur.
Ditambahkannya lagi bahwa Elia dianggap membuat kericuhan di depan umum dan melontarkan kata-kata kasar di lingkungan tempt tinggal Ta.
“Elia sudah tidak adanya etika bertamu dan langsung masuk secara brutal, arogan dan langsung meminta pertanggungjawaban terhadap kami, sedangkan kami belum mengetahui secara pasti apa yang ingin dipertanggungjawabkan. Dia juga mengancam kami dan membawa-bawa suku serta ingin memviralkan saya,” ujarnya.
Sedangkan Ta dan Ce mengaku baru tahu latar belakang dari adik Elia tersebut dari pengakuan Elia sendiri yang menceritakan kehidupan adiknya itu di Jawa dan di kedainya sendiri sempat kerepotan mengurus adiknya.
“Itu dikarenakan adiknya yang suka membawa teman lawan jenis ke kedai tempat Elia sendiri,” ungkapnya lagi.
Akhirnya keluarga Ta menaggap bahwa Elia bersama adiknya menggiring opini, padahal Ta mengaku sudah sempat meminta mediasi kepada pihak berwajib namun Elia menolak bahkan sempat kabur ketika pihak kepolisian menghubungi.
(Jimmy)












