PALANGKA RAYA – National Halal Fair 2025 resmi digelar di Jalan Brigjend Katamso, Palangka Raya, sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi syariah dan penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kegiatan yang berlangsung mulai 6 hingga 20 Maret 2025 ini menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk mempromosikan produk halal serta memperkenalkan konsep ekonomi syariah kepada masyarakat.
Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, menegaskan pentingnya event ini dalam mendukung perkembangan industri halal di Kalteng.
“National Halal Fair bertujuan untuk memeriahkan Ramadan, mendukung pelaku UMKM, serta mengedukasi masyarakat mengenai produk halal,” ujarnya saat membuka acara, Kamis 6 Maret 2025.
Acara ini menghadirkan 76 tenant yang terdiri dari pelaku usaha kuliner, fashion muslim, serta berbagai produk halal lainnya.
Tak hanya bazar, National Halal Fair juga menyediakan layanan sertifikasi halal, izin edar produk, serta pelatihan digital bagi UMKM guna meningkatkan daya saing mereka di pasar yang lebih luas.
Wakil Gubernur Kalteng, H. Edy Pratowo, menyampaikan bahwa event ini juga memberikan manfaat bagi pemerintah dalam mendapatkan wawasan lebih luas tentang ekonomi syariah.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat bisa merasakan manfaat dari pertumbuhan ekosistem halal yang sedang kami dorong di Kalteng,” katanya.
National Halal Fair 2025 juga menjadi bagian dari penilaian Anugerah Adhinata Syariah yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung ekonomi berbasis syariah.
Gubernur Agustiar berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku UMKM, tetapi juga meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya produk halal.
“Dengan edukasi yang tepat, masyarakat akan lebih sadar akan manfaat produk halal, baik dari sisi kesehatan maupun keberkahan,” pungkasnya.
(Sya'ban)












