Perusahaan Besar Swasta Disebut Penyebab Banjir di Kecamatan Hulu

SYAUQI/BERITASAMPIT - Wakil Ketua Komisi II , Bambang Irawan.

– Wakil Ketua Komisi II (Kalteng), Bambang Irawan, menuding perusahaan besar swasta (PBS) di sektor tambang dan perkebunan sawit sebagai penyebab utama banjir di Kecamatan Hulu, Kabupaten . Ia menyoroti pembukaan lahan yang tidak terkendali serta minimnya upaya reklamasi dan rehabilitasi lingkungan sebagai faktor utama yang memperparah bencana.

Menurutnya, banjir yang terjadi bukan semata-mata karena faktor alam, melainkan akibat ketidakseimbangan ekosistem yang disebabkan oleh aktivitas perusahaan.

“Pastilah karena alam bereaksi karena kondisinya, karena terjadi ketidak seimbangan pada saat pembukaan lahan yang tidak terkendali itulah penyebabnya. Tapi yang paling besar adalah PBS menurut saya, daan itu terbukti,” ujarnya, Selasa 18 Maret 2025.

Selain itu, ia juga menyoroti pencemaran lingkungan akibat limbah perusahaan yang masuk ke sungai saat banjir terjadi.

“Ada beberapa perusahaan ketika terjadi banjir, limbah mereka masuk ke sungai. Itu kan bikin masalah. Amdalnya mereka tidak sesuai, penanganan lingkungan tidak sesuai, hentikan saja aktivitas mereka. Siapa sih mereka mengeruk SDA kita, untuk lingkungan aja mereka tidak memperhatikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bambang mempertanyakan apakah perusahaan-perusahaan di Hulu telah menjalankan kewajibannya dalam reklamasi, reboisasi, dan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS). Ia menilai bahwa tindakan preventif jauh lebih penting daripada sekadar bantuan sosial saat bencana terjadi.

“Pertanyaan saya, ada gak perusahaan di sana melakukan Reklamasi, Reboisasi atau rehab DAS? Jangan hanya tampil pada saat banjir, bagi-bagi beras. Masyarakat tidak perlu itu, masyarakat perlu dari awal pencegahan banjir,” katanya.

Dia menegaskan bahwa pencegahan banjir merupakan tanggungjawab perusahaan tentang lingkungan seperti rehab das, reboisasi dan reklamasi.

“Kalau mereka hanya bagi-bagi beras saat banjir, jujur aja kalau bisa masyarakat tolak aja. Yang saya tanyakan ada gak mereka (perusahaan) melakukan pada saat pencegahan? Jangan hanya pada saat terjadi dan paska kejadian banjir baru mereka sibuk,” pungkasnya.

baca juga ...  Hero H Mandouw Apresiasi Pembangunan Jembatan Timbang di Kotim

(Syauqi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!