PALANGKA RAYA – Akses infrastruktur yang layak menjadi kunci utama dalam mendorong kemajuan sektor pendidikan, khususnya di wilayah pelosok Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, dalam kegiatan Hasupa Hasundau yang digelar Gubernur Kalteng bersama Komisi V DPR RI di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Senin 14 April 2025
Reza menegaskan pentingnya konektivitas jalan dalam menunjang pelayanan pendidikan, terutama untuk mobilitas tenaga pendidik serta distribusi sarana belajar ke daerah-daerah terpencil.
“Banyak sekolah di pelosok yang membutuhkan akses jalan yang layak. Mobilitas guru dan pengiriman fasilitas belajar sangat bergantung pada infrastruktur tersebut. Karena itu, kami sangat mendukung langkah Gubernur dalam memperjuangkan pembangunan infrastruktur perhubungan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti program digitalisasi pendidikan yang tengah digalakkan Pemerintah Provinsi Kalteng. Menurutnya, meskipun perangkat digital terus didorong ke sekolah-sekolah, tanpa infrastruktur jalan yang memadai, distribusinya akan terhambat.
“Kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk memastikan pemerataan layanan pendidikan, termasuk penyediaan teknologi belajar,” tegasnya.
Reza optimis bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat mempercepat pembangunan sumber daya manusia di Kalimantan Tengah, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
Smentara itu, Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran menyampaikan Pertemuan ini menjadi ajang penting untuk menyampaikan langsung berbagai aspirasi daerah, terutama terkait percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Kalteng.
Agustiar menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Kalteng. Ia menyebut kehadiran Komisi V membawa harapan besar bagi akselerasi pembangunan, khususnya di sektor transportasi dan konektivitas antarwilayah.
“Kami sangat berharap Komisi V DPR RI dapat menyerap semua aspirasi yang kami sampaikan, khususnya terkait percepatan pembangunan infrastruktur perhubungan di Kalimantan Tengah,” kata Agustiar.
Menurutnya, infrastruktur seperti jalan, jembatan, pelabuhan, dan transportasi publik memiliki dampak strategis terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Ia menegaskan bahwa peningkatan konektivitas akan membuka lebih banyak peluang kemajuan bagi daerah.
Kunjungan Komisi V DPR RI turut melibatkan sejumlah mitra kerja dari berbagai kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, Kementerian Desa, Kementerian Perumahan dan Permukiman, BMKG, Basarnas, hingga PT Angkasa Pura I. Peninjauan langsung dilakukan untuk mengetahui kondisi aktual infrastruktur di lapangan dan menyusun dukungan nyata dari pemerintah pusat.
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, dalam pernyataannya menyatakan komitmen untuk mengawal pembangunan infrastruktur di Kalteng sebagai bagian dari pemerataan pembangunan nasional.
“Kami ingin mendengar langsung dari masyarakat daerah agar kebijakan yang kami susun benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil,” ujarnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda, Ketua TP-PKK Provinsi Kalteng Aisyah Thisia Agustiar Sabran, para bupati dan wali kota se-Kalteng, jajaran Forkopimda, serta kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
(Syauqi)












